Tahukah detikers bagaimana asal-usul nama Pontianak? Ternyata ada banyak cerita mengenai asal-usul nama kota tersebut, termasuk kaitannya dengan kisah horor hantu perempuan kuntilanak.
Cerita tentang hantu perempuan yang konon menghuni hutan di tepian Sungai Kapuas adalah cerita legenda yang dipercaya menjadi alasan penamaan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat itu. Namun jika menelusuri berbagai sumber lain, asal-usul nama Pontianak tidak hanya memiliki satu versi.
Selain legenda kuntilanak, ada sejumlah teori lain yang menghubungkan nama Pontianak dengan pohon punti, istilah pontian yang berarti tempat persinggahan, maupun penyebutan masyarakat Tionghoa yang mengenal kota ini sebagai Kun Tian atau Kundian.
Yuk, kita telusuri ragam asal-usul nama Pontianak beserta sejarah berdirinya kota yang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa.
Sejarah Berdirinya Pontianak Berawal dari Kesultanan Pontianak
Melalui laman resminya, Pemerintah Kota Pontianak menjelaskan sejarah Kota Pontianak tidak dapat dipisahkan dari sosok Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Putra ulama besar Al Habib Husin Alqadrie itu mendirikan permukiman baru pada 23 Oktober 1771 atau 14 Rajab 1185 Hijriah di kawasan pertemuan tiga sungai, yakni Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak.
Lokasi tersebut dipilih karena sangat strategis sebagai jalur perdagangan. Dari kawasan inilah kemudian berkembang sebuah pusat pemerintahan sekaligus pelabuhan dagang yang ramai dikunjungi pedagang dari Nusantara hingga mancanegara.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pertama. Sebagai penanda berdirinya pemerintahan, dibangun Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman dan Istana Kadriyah yang sekarang masih berdiri di kawasan Kampung Dalam Bugis, Pontianak Timur.
Versi Pertama: Berasal dari Kisah Kuntilanak
Versi yang paling terkenal adalah nama Pontianak berasal dari kata puntianak. Nama ini merupakan sebutan masyarakat Melayu terhadap makhluk halus yang dikenal sebagai kuntilanak, seperti dikutip laman DPPKBPPPA Pontianak yang melansir buku Asal-usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe karya Zaenuddin HM.
Menurut cerita, ketika Sultan Syarif Abdurrahman bersama rombongannya menyusuri Sungai Kapuas untuk mencari lokasi permukiman baru, mereka sering mendengar suara tangisan dan gangguan dari makhluk gaib yang dipercaya menghuni hutan di sekitar sungai. Untuk mengusir gangguan tersebut, Syarif Abdurrahman memerintahkan agar meriam ditembakkan ke arah hutan.
Konon dentuman meriam itu membuat kuntilanak melarikan diri. Lokasi jatuhnya peluru meriam kemudian dijadikan titik pembangunan kota Pontianak. Dalam cerita juga disebutkan Sultan menembakkan meriam ke tiga arah yang kemudian menjadi lokasi Kesultanan Pontianak, yaitu kawasan Istana Kadriyah, Masjid Jami Sultan Abdurrahman, dan kawasan permukiman awal di sekitar Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Karena kawasan tadi dipercaya menjadi tempat berkumpulnya kuntilanak, masyarakat kemudian menyebut daerah itu sebagai Pontianak. Dalam bahasa Melayu lama, istilah puntianak juga sering dimaknai sebagai "perempuan yang meninggal saat melahirkan".
Simak Video "Menemukan Lulur Alami dari Daun Aras di Kalimantan Barat"
(sun/des)