Nama Kota Pontianak masih identik dengan sosok kuntilanak di mata banyak orang, terutama masyarakat di luar Kalimantan Barat. Meski demikian, warga menilai cerita tersebut merupakan bagian dari legenda yang telah diwariskan turun-temurun, bukan sesuatu yang perlu dipercaya secara harfiah.
Dessy Agustina (31), warga Pontianak, mengaku sejak kecil telah mendengar cerita bahwa asal-usul nama Pontianak berkaitan dengan kuntilanak. Namun, ia menganggap kisah tersebut hanya sebatas cerita rakyat.
"Saya dari kecil tahunya memang Pontianak itu identik dengan kuntilanak. Menurut saya itu hanya legenda, bukan sesuatu yang harus ditakuti," ujar Dessy kepada detikKalimantan, Kamis (16/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada disampaikan warga lainnya, Sulaiman (39). Menurutnya, citra Pontianak yang lekat dengan kuntilanak sering kali membuat orang luar hanya mengenal sisi mistis kota tersebut. Padahal, Pontianak memiliki sejarah panjang sebagai pusat Kesultanan Pontianak dan kaya akan budaya Melayu.
"Kalau orang luar dengar Pontianak pasti ingat hantu. Padahal kota ini punya sejarah Kesultanan Pontianak dan budaya Melayu yang lebih kaya," katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Febriansyah (29) menilai legenda kuntilanak tetap memiliki nilai sebagai bagian dari cerita rakyat. Namun, ia berharap masyarakat juga dikenalkan pada kajian sejarah mengenai asal-usul nama Pontianak.
"Legenda tetap menarik sebagai cerita rakyat. Tapi masyarakat juga perlu tahu ada penjelasan sejarah lain tentang asal-usul nama Pontianak," ujarnya.
Pendapat berbeda disampaikan warga bernama Mirnawati (27). Menurutnya, keterkaitan nama Pontianak dengan kuntilanak justru menjadi identitas unik yang membedakan kota tersebut dari daerah lain.
"Saya tidak masalah nama Pontianak dikaitkan dengan kuntilanak. Justru itu menjadi ciri khas yang membuat orang penasaran datang ke sini," ucapnya.
Sejarawan: Beda Legenda dan Sejarah
Sejarawan Kalimantan Barat (Kalbar) Syafaruddin DaEng Usman menjelaskan legenda mengenai kuntilanak dan sejarah berdirinya Kota Pontianak merupakan dua hal yang berbeda. Ia mengatakan kisah Syarif Abdurrahman Alkadrie, Sultan Pontianak, mengusir kuntilanak menggunakan meriam pusaka merupakan legenda yang hidup di tengah masyarakat secara turun-temurun.
Sementara dari sudut pandang sejarah, terdapat penafsiran lain mengenai asal-usul nama Pontianak. Menurut Syafaruddin, nama tersebut diduga berasal dari istilah 'pintu anak sungai', yakni kawasan pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang pada masa lalu dikenal sebagai jalur strategis dan dikuasai kelompok lanun atau bajak laut.
Dalam pandangannya, istilah 'hantu' dalam hikayat lama kemungkinan merupakan kiasan bagi para lanun yang menguasai kawasan tersebut, bukan merujuk pada kuntilanak. Seiring waktu, penyebutan 'pintu anak' diyakini berkembang menjadi 'Puntianak' hingga akhirnya dikenal sebagai Pontianak.
Meski demikian, legenda kuntilanak tetap menjadi bagian dari warisan budaya lisan masyarakat yang telah melekat dengan identitas Kota Pontianak selama ratusan tahun. Di sisi lain, kajian sejarah terus berupaya menelusuri asal-usul nama kota melalui bukti dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
