Pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di laut Masalembo pada Minggu (13/9) menyisakan duka bagi keluarga. Sebab, masih ada 55 penumpang yang belum ditemukan.
Keluarga salah satu korban, Karina meminta proses evakuasi dilakukan hingga tuntas. Ia meminta proses pencarian dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.
"Sudah 20 hari sejak musibah KM Virgo terjadi, namun hingga hari ini keluarga kami yang belum ditemukan masih menjadi misteri. Sementara bangkai kapal dibiarkan tanpa kejelasan evakuasi yang pasti," ujar Karina, Jumat (2/10/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mendesak perusahaan Virgo untuk segera melakukan operasi Salvage. Ia mempertanyakan alasan lambatnya operasi Salvage dilaksanakan, sedangkan dana untuk pelaksanaan diklaim telah cair dari asuransi P&I.
Ia juga menyayangkan minimnya komunikasi antara pihak perusahaan kapal dengan keluarga korban yang hingga kini belum ditemukan. Ia dan puluhan keluarga korban lain hingga kini masih terus tergantung di pelabuhan menunggu kabar berikutnya dari operasi SAR.
"Selama 20 hari sejak hari pertama kejadian, kami keluarga korban terkatung-katung tanpa kepastian di posko embarkasi Pelabuhan Trisakti. Tidak ada pendampingan psikologis yang layak, maupun transparansi informasi berkala dari manajemen perusahaan kapal," kata Karina.
Ia meminta perusahaan kapal untuk turun serta terlibat dalam operasi SAR. Yakni dengan memberikan tambahan tim penyelam, maupun memberikan dukungan logistik penuh agar operasi SAR bisa terus dilaksanakan.
Karina ingin operasi SAR bisa dilaksanakan di sekitaran perairan Kalimantan Tengah, di titik yang banyak ditemukan korban selama beberapa waktu terakhir. Ditegaskannya, para keluarga korban tidak akan diam hingga seluruh korban dievakuasi.
"Kami tidak akan berhenti bersuara, sebelum ada kepastian, sebelum bangkai kapal diangkat, dan sebelum seluruh keluarga kami ditemukan," pungkasnya.
