Aneka Permainan Tradisional Suku Dayak: Sepak Bola Api-Menyumpit

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Jumat, 10 Jul 2026 11:01 WIB
Sejumlah warga bermain sepak sawut atau sepak bola api dalam rangkaian perlombaan Festival Palangka Raya 2025. Foto: ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN
Balikpapan -

Kalimantan tidak hanya kaya akan pesona alam dan kisah legenda, tetapi juga menyimpan warisan aneka permainan tradisional yang tak lekang oleh waktu. Bagi suku Dayak, aneka permainan rakyat ini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan elemen penting yang sarat akan nilai kehidupan.

Permainan-permainan ini kental dengan nilai kebersamaan, pembentukan karakter, hingga muatan spiritual sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Sebagian besar alatnya memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitar, sehingga sangat menyatu dengan keseharian masyarakat setempat.

Aktivitas bermain ini dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat, baik di kawasan pesisir sungai maupun di wilayah pedalaman hutan belantara. Mari kita kenali tujuh permainan tradisional khas suku Dayak yang unik dan patut untuk terus dilestarikan.

1. Sepak Sawut

Sejumlah warga bermain sepak sawut atau sepak bola api dalam rangkaian perlombaan Festival Palangka Raya 2025 di halaman kantor BPBD Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (24/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN

Dilansir dari situs MMC Kalteng, sepak sawut adalah olahraga sekaligus permainan tradisional ekstrem suku Dayak berupa sepak bola yang menggunakan bola api menyala. Bola khusus ini terbuat dari buah kelapa tua yang telah dikupas menyisakan kulit serabutnya, lalu dilumuri minyak tanah dan dibakar.

Setelah api berkobar secara merata, bola tersebut langsung dimainkan di lapangan terbuka oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan lima orang. Karena bola terus bergulir dalam keadaan menyala, Sepak sawut umumnya dimainkan pada malam hari sehingga menciptakan pemandangan yang sangat eksotis.

Para pemain dituntut memiliki keberanian dan ketangkasan tingkat tinggi untuk menggiring si kulit bundar berapi dengan menggunakan kaki telanjang. Pada masa lampau, permainan ini erat kaitannya dengan ritual adat sakral untuk mengusir roh-roh jahat sebelum akhirnya berkembang menjadi tontonan budaya.

2. Habayang

Bagasing atau dalam bahasa Dayak Ngaju disebut habayang adalah permainan tradisional menggunakan gasing yang sudah sangat terkenal di Kalimantan Tengah. Media utamanya biasa diolah dari bahan batang pohon kayu keras yang dibentuk mengerucut dan diputar menggunakan lilitan tali yang kuat.

Bagi masyarakat Dayak, gasing terbagi menjadi dua jenis berdasarkan cara bermainnya, yaitu gasing balanga dan gasing pantau. Gasing balanga yang bentuknya menyerupai guci digunakan untuk permainan saling bentur, sedangkan gasing pantau difokuskan untuk adu ketahanan putaran berdesing.

Alat putar ini umumnya dibuat dengan ukuran standar, yakni berdiameter 8-9 sentimeter dengan tinggi sekitar 7-8 sentimeter. Secara historis, habayang kerap dimainkan sebagai hiburan di sela-sela ritual adat usai panen sebagai wujud syukur kepada Yang Maha Kuasa.

3. Balogo

Permainan Balogo. Foto: Media Center Kalteng/Pemkab Banjar

Balogo merupakan permainan anak hingga remaja yang sudah sangat akrab dengan keseharian masyarakat Dayak di berbagai pelosok. Nama permainan ini diambil dari alat yang digunakan yaitu 'logo', yang terbuat dari bahan batok kelapa berukuran garis tengah sekitar 5-7 sentimeter.

Batok kelapa ini dibentuk dengan ketebalan 1-2 sentimeter dalam berbagai wujud, seperti layang-layang, segitiga, maupun bundar. Untuk meluncurkan logo tersebut, para pemain menggunakan sebuah tongkat pemukul khusus yang lazim dikenal dengan sebutan panapak.

Permainan balogo dapat dilakukan secara satu lawan satu maupun beregu dengan misi merobohkan deretan logo sasaran milik lawan. Selain dipercaya mampu mengukur tingkat keberuntungan hidup pada zaman dahulu, permainan ini juga sangat kental menanamkan nilai-nilai kejujuran dan sifat pantang menyerah.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork