Cerita Warga Mahakam Soal Ular Lembu: Perahu Ditarik-Arus Jadi Berat

Riani Rahayu - detikKalimantan
Jumat, 26 Des 2025 17:00 WIB
Ilustrasi AI ular lembu. Foto: dok Istimewa
Samarinda -

Kisah tentang Ular Lembu di Sungai Mahakam masih hidup dalam tradisi lisan warga Samarinda. Meski banyak yang menganggapnya sebagai mitos, berbagai kesaksian warga sepanjang Mahakam diwariskan hingga sekarang.

Tradisi lisan itu salah satunya diwarisi Inui Nurhikmah (kelahiran 1968) dari ayahnya, Anang Sulaiman bin Anang Atjil (1926-2002). Dalam cerita keluarga tersebut, Ular Lembu diyakini bersemayam di kawasan Teluk Lerong, Samarinda, dan kerap menampakkan diri kepada nelayan atau penumpang perahu saat senja.

Ular Lembu digambarkan bukan sebagai predator, melainkan makhluk penjaga sungai. Kehadirannya dimaknai sebagai pengingat agar manusia menjaga tutur kata, bersikap sopan, dan tidak mengotori sungai.

"Saya ketika kecil sering mendengar cerita tentang Ular Lembu dari bapak saya. Beliau sering hilir mudik di Sungai Mahakam. Bapak saya memang tidak pernah bertemu langsung, tapi beliau meyakini Ular Lembu itu ada," ujar Inui Nurhikmah, dikutip dari kajian Muhammad Sarip, peneliti sejarah Kalimantan Timur..

Menurut cerita sang ayah, kawasan Teluk Lerong disebut memiliki terowongan di dasar sungai yang menjadi tempat bersarang Ular Lembu, dengan diameter sebesar perahu. Cerita itu telah berkembang jauh sebelum isu terowongan Teluk Lerong ramai diberitakan pada 2015.

"Cerita ini sekarang makin hilang dan tidak lagi terwariskan ke anak-anak," katanya.

Pandangan berbeda berkembang di wilayah Kutai Kartanegara. Sebagian masyarakat di daerah tersebut meyakini Ular Lembu bersifat antagonis dan dikaitkan dengan peristiwa rumah di bantaran Sungai Mahakam yang ambrol, seolah ditarik dari bawah sungai.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork