Cuaca panas yang disertai angin kencang membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Dalam empat hari terakhir, BPBD Kobar menangani delapan kejadian karhutla dengan total luasan lahan mencapai sekitar 9,5 hektare.
Kebakaran terbaru terjadi pada Minggu (12/7/2026) siang di kawasan perbatasan Desa Batu Belaman dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan. Laporan diterima Pos Komando TRC BPBD Kobar sekitar pukul 13.45 WIB dan lima menit kemudian tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati api masih berkobar disertai kepulan asap tebal dari lahan mineral kosong yang dipenuhi rerumputan dan semak belukar kering. Kondisi cuaca yang terik dengan embusan angin cukup kencang membuat api dengan cepat merambat sehingga membutuhkan penanganan cepat agar tidak meluas ke area lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan tingginya intensitas karhutla dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang yang membuat api lebih cepat membesar serta sulit dikendalikan.
"Selama empat hari terakhir kami sudah menangani delapan kejadian karhutla dengan total luasan sekitar 9,5 hektare. Kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang memang menjadi tantangan di lapangan sehingga masyarakat kami minta benar-benar waspada," ujar Adnan Santana.
Begitu menerima laporan, Adnan langsung memerintahkan personel TRC BPBD Kobar menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pemadaman bersama unsur gabungan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,50 hektare. Berkat penanganan cepat, sekitar 0,30 hektare berhasil dipadamkan sehingga kobaran api tidak sempat meluas ke kawasan sekitar.
Operasi pemadaman melibatkan personel TRC BPBD Kobar, Manggala Agni, Tagana, serta relawan Huma Singgah Itah (HSI). Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari satu unit mobil tangki suplai sebagai sumber air, selang, nosel, sambungan Y connection, kendaraan operasional hingga motor trail untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui.
Setelah hampir dua jam berjibaku di bawah teriknya matahari, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api. Operasi penanganan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dengan kondisi api padam total dan tidak lagi mengeluarkan asap.
Adnan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah karhutla semakin meluas di tengah cuaca panas yang masih berpotensi berlangsung.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila melihat titik api. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganan dilakukan sehingga kebakaran tidak meluas," tegasnya.
