Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa jenjang PAUD, SD, hingga SMP pada 5-7 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang belum aman bagi aktivitas luar ruangan, terutama bagi anak-anak yang dinilai lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan keputusan itu berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 1-4 Oktober 2026. Selama empat hari pemantauan, kualitas udara di Palangka Raya masih berada pada kategori berbahaya. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama Disdik untuk kembali menerapkan pembelajaran dari rumah.
"Kami melihat kondisi kualitas udara belum membaik secara signifikan dan masih berada pada kategori berbahaya. Untuk itu, perpanjangan PJJ ini menjadi langkah yang harus kami ambil demi melindungi kesehatan peserta didik di tengah kabut asap yang masih menyelimuti kota kita," kata Jayani, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/3952/Disdik.Umpeg/IX/2026 tertanggal 9 September 2026.
"Aturan itu menjadi dasar pelaksanaan PJJ ketika kondisi kualitas udara dinilai belum layak untuk kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah," katanya.
Meski siswa belajar dari rumah, Jayani menegaskan proses pendidikan harus tetap berjalan. Sekolah diminta memastikan kegiatan belajar tetap terlaksana secara optimal selama masa PJJ.
"Kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik tetap menjadi prioritas utama kami. Kami tidak ingin anak-anak terpapar kabut asap yang berbahaya, namun kami juga memastikan pembelajaran tetap berjalan dengan baik melalui sistem jarak jauh," tegasnya.
Disdik juga meminta guru, orang tua, dan wali murid memperkuat komunikasi selama PJJ. Mereka diimbau terus memantau kondisi lingkungan serta perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing. Evaluasi akan dilakukan setiap hari. Jika kualitas udara membaik dan angka ISPU turun ke level yang lebih aman, kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan.
"Jika situasi membaik dan ISPU turun ke tingkat yang lebih aman, pembelajaran tatap muka akan segera diaktifkan kembali," pungkasnya.
Simak Video "Video: Pemerintah: Belajar Langsung di Kelas, Cara Efektif Cegah Learning Loss"
(des/des)