Produksi sampah di Kota Balikpapan berkurang sekitar 30%. Pengurangan sampah terjadi berkat adanya sejumlah tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang mulai operasional.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan keberadaan TPST menjadi salah satu faktor yang mendorong pengurangan sampah tersebut. Salah satunya TPST Karang Joang yang mampu mengolah hingga 80% sampah.
"Pengurangan produksi sampah di Kota Balikpapan baru berada di kisaran 30%. Keberadaan fasilitas ini penting ya, misalnya TPST Karang Joang itu mengelola 80% sampah yang masuk secara keseluruhan," ujarnya, Senin (5/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagus menilai kehadiran TPST dapat menekan volume sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Manggar. Terlebih, pemerintah pusat menargetkan Kota Balikpapan mampu memangkas volume sampah yang masuk ke TPA hingga 50% pada 2029.
"Keberadaan fasilitas ini sejalan dengan target pemerintah pusat kepada Kota Balikpapan. Hanya tersisa 20% residu sampah dari TPST Karang Joang yang dikirim ke TPA Manggar," ulasnya.
Bagus menyebut pengurangan produksi sampah ini perlu ditingkatkan. Karena itu, pemerintah kota menargetkan keberadaan fasilitas pengelolaan sampah dapat diperluas di sejumlah wilayah.
"Kalau TPST dapat dibangun di seluruh kecamatan, target pengurangan volume sampah di Kota Balikpapan bahkan mungkin bisa melampaui 50% itu," terangnya.
Ke depan, pemkot berencana segera mengaktifkan TPST di kawasan Graha Indah. Pengelolaan fasilitas ini akan menelan anggaran dengan nilai investasi sekitar Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar.
"Kita masih punya TPST yang belum berfungsi, yakni di Graha Indah. Tahun depan akan diupayakan pengadaan peralatan dengan nilai investasi kurang lebih Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar," pungkasnya.
