Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kalimantan Barat (Kalbar) setelah berlangsung sekitar dua bulan. Di tengah kondisi tersebut, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tercatat sepanjang 2026 mencapai 165.727 kasus.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalbar menilai pemerintah perlu mengubah fokus penanganan karhutla. Menurut WALHI, penanganan tidak cukup hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga harus memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak asap.
"Sudah dua bulan masyarakat harus menghirup udara yang tidak sehat," kata Direktur Eksekutif WALHI Kalbar Sri Hartini, Rabu (16/9/2026).
WALHI mengutip data Kementerian Kesehatan/Dinas Kesehatan Kalbar melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang mencatat 165.727 kasus ISPA sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026. Sri mengatakan tingginya kasus ISPA tersebut semestinya menjadi alarm bagi pemerintah dalam menangani dampak karhutla.
"Angka tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah. Penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada penghitungan titik panas, luas lahan terbakar, ataupun jumlah personel dan peralatan yang dikerahkan. Sebab, dampak asap sudah masuk ke persoalan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Selain tingginya kasus ISPA, WALHI menyoroti kondisi kualitas udara di Kota Pontianak. Berdasarkan pemantauan IQAir yang dikutip WALHI, indeks kualitas udara (AQI) Pontianak pada 15 September 2026 berada di kisaran 1.000-2.000 AQI US. WALHI menyebut kondisi tersebut berada pada level berbahaya.
Kondisi itu terjadi ketika asap karhutla masih berdampak di sejumlah wilayah Kalbar. Per 3 September 2026, data SKDR juga mencatat 643 kasus ISPA berdasarkan gender, terdiri dari 343 kasus laki-laki dan 300 perempuan. Kasus tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota, dengan jumlah tertinggi berada di Kubu Raya.
Pada kelompok bayi dan balita, tercatat 178 kasus ISPA. Kubu Raya mencatat kasus tertinggi dengan 30 kasus, disusul Landak 28 kasus dan Sambas 19 kasus.
"Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla sudah menyentuh persoalan kesehatan masyarakat," kata Sri.
Simak Video "Video: Penanganan dan Pencegahan Kasus ISPA Karena Karhutla"
(des/des)