Sekretaris DPW PSI Kalimantan Barat (Kalbar) Eddo Susanto akhirnya buka suara soal hasil pemeriksaan urine yang menunjukkan kandungan Benzodiazepine (benzo) setelah dirinya terlibat kecelakaan lalu lintas. Eddo mengaku memang mengonsumsi obat tertentu, namun tidak setiap hari.
Menurutnya, konsumsi terakhir dilakukan pada Senin (24/8/2026), sedangkan pemeriksaan urine dilakukan beberapa hari kemudian.
"Saya turun dari rumah sekitar jam 8 pagi pergi kantor (sebelum kecelakaan). Saya bukan ngantuk, karena konsumsinya hari Senin terakhir," kata Eddo dalam konferensi pers di salah satu kafe di Pontianak, Sabtu (29/8/2026).
Eddo menjelaskan, obat tersebut dikonsumsi untuk membantu dirinya tidur. Eddo mengaku terkadang mengalami insomnia dan rasa cemas sehingga membutuhkan obat agar dapat beristirahat. Ia mengaku tanpa obat tersebut dirinya terkadang baru bisa tertidur pada pagi hari.
"Tidur (efeknya). Karena kan kadang saya insomnia dan cemas, saya minum itu tidur. Kalau saya tidak tidur, bisa jam 7, jam 9 pagi baru bisa tidur," katanya.
Eddo juga menjelaskan mengenai rentang efek obat yang dikonsumsinya. Menurut dia, efek obat tersebut dirasakan sekitar satu hari. Namun, kandungannya disebut masih dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh.
"Efeknya satu hari. Kandungannya lama," ujarnya.
Simak Video "Video: PSI Benarkan Akan Ada Kader NasDem Gabung Partainya"
(des/des)