Kuasa hukum Sekretaris DPW PSI Kalimantan Barat (Kalbar) Eddo Susanto, Andrean Winoto Wijaya, mengakui penyelidikan terkait temuan pod getar dalam kasus kecelakaan yang melibatkan kliennya masih berjalan. Hingga kini, Polresta Pontianak belum menghentikan penyelidikan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Andrean saat memberikan keterangan kepada awak media di Pontianak, Sabtu (29/8/2026). Dia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan keterlibatan Eddo dalam perkara tersebut.
"Belum dihentikan," kata Andrean.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrean mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian. Dia juga meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
"Pertama, teman-teman, kita harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Itu pertama. Kedua, kita harus menghormati proses hukum," ujarnya.
Menurutnya, sorotan publik terhadap polisi dalam kasus tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, tekanan publik tidak boleh mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.
"Wajar pihak kepolisian juga ditekan oleh publik. Artinya, kita hargai proses hukum," katanya.
Andrean menyebut tuduhan yang berkembang dan dikaitkan dengan kliennya merupakan persoalan serius. Kendati demikian, dia menilai status hukum Eddo harus tetap dilihat berdasarkan fakta dan hasil penyelidikan polisi.
"Walaupun kami bilang bahwa ini tuduhan serius, tapi saya pribadi sebagai kuasa hukum, orang yang ngerti hukum, kita harus mengutamakan asas praduga tidak bersalah," tegasnya.
Di sisi lain, Andrean mengklaim timnya telah melakukan investigasi secara internal sebelum memberikan klarifikasi kepada publik. Dia bahkan menyebut pihaknya memiliki keyakinan terhadap fakta yang diperoleh dari investigasi tersebut.
"Jadi walaupun menurut kami bahwa ini adalah fitnah, silakan orang tersebut (Mr X) yang bilang, 'oh enggak kok, enggak fitnah', silakan konfirmasi. Keluar dong. Silakan sampaikan benar dong," ujarnya.
Andrean juga menyatakan siap mempertanggungjawabkan seluruh pernyataannya apabila nantinya hasil penyelidikan kepolisian menunjukkan fakta yang berbeda.
"Saya siap. Kalau memang faktanya di luar yang saya sampaikan, saya siap mundur kok," katanya.
Meski penyelidikan polisi masih berlangsung, Andrean mengaku semakin yakin dengan hasil investigasi yang dilakukan timnya.
"Tetapi menurut hasil investigasi kami, tim kami, kenyataannya yang sebenar-benarnya yang saya sampaikan itu benar. Makanya saya sangat percaya diri untuk speak up di media," pungkasnya.
Sebelumnya, polisi masih mendalami temuan sebuah pod getar dalam perkara kecelakaan yang melibatkan Eddo. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap perangkat tersebut menunjukkan adanya kandungan etomidate.
Selain itu, pemeriksaan urine terhadap Eddo juga menjadi bagian dari pendalaman polisi. Seluruh temuan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan keterkaitan Eddo dengan kepemilikan maupun penggunaan pod tersebut.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap fakta di balik temuan pod getar tersebut. Seorang Mr X masih dicari, karena dia yang pertama kali teriak dan menemukan pod getar di lokasi kecelakaan.
