Mr X Sempat Coba Pod Getar Usai Sekretaris PSI Kalbar Tabrakan: Ngaku Pusing

Kalimantan Barat

Mr X Sempat Coba Pod Getar Usai Sekretaris PSI Kalbar Tabrakan: Ngaku Pusing

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 31 Agu 2026 15:14 WIB
Polisi membawa Sekretaris DPW PSI Kalbar Eddo Susanto olah TKP di lokasi kecelakaan. (Satlantas Polresta Pontianak)
Foto: Olah TKP kecelakaan Sekretaris DPW PSI Kalbar Eddo Susanto. (Satlantas Polresta Pontianak)
Pontianak -

Temuan pod getar dalam insiden kecelakaan yang melibatkan Sekretaris DPW PSI Kalimantan Barat (Kalbar) Eddo Susanto di Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak, kembali memunculkan fakta baru. Seorang pria yang disebut sebagai Mr X diduga sempat mencoba menggunakan pod tersebut sebelum menyerahkannya kepada sekuriti rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Koordinator Sekuriti RS Mitra Medika Pontianak, Fery Ferdianto. Menurut Fery, Mr X bahkan sempat mengatakan kepada orang-orang yang berada di lokasi bahwa dirinya telah mencoba pod tersebut.

"Saya gini, Pak. Saya ada coba tadi. Tiba-tiba pusing kepala saya," kata Fery menirukan ucapan Mr X saat ditemui, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fery mengatakan, pernyataan tersebut disampaikan Mr X ketika situasi di rumah sakit sedang ramai dan petugas Satlantas Polresta Pontianak telah tiba di lokasi.

"Si sopir mobil bawa ini, Pak. Bawa pod. Tadi saya coba pakai. Tiba-tiba pusing kepala saya. Saya ada video juga," ujar Fery kembali menirukan pernyataan Mr X.

Fery menegaskan dirinya tidak mengetahui secara langsung apa yang dilakukan Mr X terhadap pod tersebut. Dia hanya mendengar pengakuan tersebut setelah Mr X keluar dari toilet rumah sakit.

Fery menceritakan awal mula dirinya menerima pod tersebut. Saat kecelakaan terjadi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 08.35 WIB, dia sedang berada di sekitar RS Mitra Medika.

Fery kemudian diminta membantu mengevakuasi pengendara motor yang terluka akibat kecelakaan. Setelah korban dibawa ke IGD, dia kembali ke depan lokasi kejadian untuk membantu mengamankan situasi.

Saat kondisi masih ramai, Fery melihat Mr X mengangkat sebuah benda berbentuk pod. Menurut Fery, Mr X menyebut benda tersebut sebagai pod getar atau pod narkoba. Fery kemudian bertanya kepada Mr X mengenai asal pod tersebut.

"Itu pod yang punya mobil, Bang," kata Fery menirukan jawaban Mr X.

Fery kemudian meminta agar pod tersebut diserahkan kepada petugas Lantas untuk diamankan. Dia sempat menerima dan memotret benda tersebut sebelum melaporkannya kepada polisi. Namun, pod tersebut kembali diambil Mr X.

Setelah petugas Satlantas datang, Fery mencari Mr X karena benda tersebut masih berada dalam penguasaannya. Mr X kemudian tidak terlihat di depan rumah sakit.

"Karena pod itu ada dengan dia. Saya cari di depan nggak ada. Laporan anggota saya di depan dia ke WC," ujarnya.

Fery kemudian mencari Mr X ke toilet. Dia sempat khawatir ada orang lain di dalam sehingga rencana mengetuk atau membuka pintu toilet urung dilakukan. Seorang sopir ambulans yang mengenal Mr X kemudian membantu memanggilnya. Setelah dipanggil, Mr X keluar dari toilet.

"Atas nama ini. Saya panggil lah namanya, keluar lah dia dari WC tuh. Mungkin ada 30 menit kali ya di dalam WC," ungkap Fery.

Fery mengaku tidak mengetahui apa yang dilakukan Mr X selama berada di toilet.

"Saya nggak tahu lah di WC tadi Mr X ini kenapa. Apa dibuat dia nggak tahu, saya juga nggak tahu," katanya.

Setelah keluar dari toilet, Mr X menyerahkan kembali pod tersebut kepada Fery. Benda itu kemudian langsung diserahkan kepada petugas Satlantas Polresta Pontianak yang masih berada di IGD.

Kapolresta Pontianak, Kombes Endang Tri Purwanto mengatakan, pod yang diserahkan kepada polisi telah diperiksa di laboratorium forensik. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan etomidate.

"Untuk hasil dari pod yang diberikan, kita juga sudah berikan ke Labfor. Didapat hasil memang positif mengandung etomidate," kata Endang.

Meski hasil laboratorium telah keluar, polisi belum mengaitkan pod tersebut sebagai milik Eddo. Sebab, Eddo membantah pod yang diperiksa merupakan miliknya.

"Namun begitu kita tanya kepada saudara E selaku pengendara mobil, yang bersangkutan mengatakan bahwa itu bukan miliknya," ujarnya.

Polisi kini fokus menelusuri asal-usul pod tersebut. Endang mengatakan, pihaknya telah mendapatkan keterangan dari petugas keamanan atau sekuriti RS Mitra Medika yang sempat menerima pod.

Berdasarkan penyelidikan awal dan pantauan CCTV, terdapat seseorang yang disebut polisi sebagai Mr X yang menyerahkan pod kepada sekuriti.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads