Polisi masih memburu sosok Mr X yang disebut mengetahui keberadaan pod getar dalam insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Sekretaris DPW PSI Kalimantan Barat (Kalbar), Eddo Susanto. Pod getar tersebut belakangan diketahui positif mengandung etomidate berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor).
Namun, polisi belum menyimpulkan siapa pemilik maupun pengguna pod tersebut. Kapolresta Pontianak Kombes Endang Tri Purwanto mengatakan Eddo telah diperiksa penyidik. Dalam pemeriksaan, Eddo membantah pod tersebut merupakan miliknya.
"Namun begitu kita tanya saudara E (Eddo) selaku pengendara, dia menyampaikan bukan miliknya," kata Endang, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah penyelidikan, polisi menemukan sosok Mr X yang dianggap penting untuk mengungkap asal-usul pod tersebut. Endang mengatakan, keberadaan Mr X diketahui dari keterangan saksi serta penelusuran rekaman CCTV di lokasi. Sosok tersebut disebut sempat menyerahkan pod kepada petugas keamanan atau sekuriti rumah sakit setelah insiden kecelakaan.
"Memang ada saksi dari sekuriti yang menerima pod. Namun pod sempat dibawa Mr X," ujar Endang.
Polisi kemudian mencocokkan keterangan saksi dengan rekaman CCTV. Dari penelusuran tersebut, Mr X disebut memiliki informasi mengenai pod yang dikaitkan dengan Eddo.
"Mr X menyampaikan pod-nya itu milik saudara E. Kemudian ke kamar mandi membawa pod itu, baru datang lagi setengah jam dan menyerahkan pod itu ke sekuriti," jelasnya.
Namun, Endang menegaskan polisi belum menjadikan informasi tersebut sebagai kesimpulan mengenai kepemilikan pod. Penyidik masih membutuhkan keterangan langsung dari Mr X untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi setelah kecelakaan.
Polisi Minta Mr X Datang
Endang bahkan mengimbau Mr X yang mengetahui peristiwa tersebut, agar datang ke polisi dan memberikan keterangan.
"Kami juga harus bijak, mengajak Mr X tersebut, melihat postingan, datang menjadi saksi di tempat kami, membantu pemeriksaan dalam rangka penyelidikan," katanya
Menurut Endang, keterangan Mr X dapat menjadi salah satu bagian penting untuk mengurai bagaimana pod tersebut berada di lokasi hingga akhirnya diserahkan kepada petugas keamanan.
Sementara itu, polisi telah memastikan pod yang ditemukan pascakecelakaan bukan sekadar perangkat biasa. Hasil pemeriksaan Labfor menunjukkan pod tersebut positif mengandung etomidate.
"Pod yang diberikan sudah kita serahkan ke Labfor. Hasilnya positif etomidate," ungkap Endang.
Meski demikian, polisi belum memastikan apakah Eddo menggunakan pod tersebut saat mengemudi. Selain menelusuri keberadaan pod, polisi juga mendalami kondisi medis Eddo. Penyidik telah meminta keterangan dokter yang menangani Eddo.
Endang menyebut Eddo diketahui telah menjadi pasien sejak 2023 dan menjalani terapi terkait kecemasan.
"E menjadi pasien salah satu dokter. Dokternya sudah diperiksa. Dari tahun 2023 sedang menjalani pemeriksaan kecemasan," ujarnya.
Polisi juga telah melakukan pemeriksaan urine terhadap Eddo. Endang sebelumnya menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan kandungan benzo, sedangkan zat lain seperti amfetamin dinyatakan negatif.
Polisi masih mendalami apakah kandungan tersebut berkaitan dengan obat yang dikonsumsi Eddo dalam menjalani terapi. Endang juga menegaskan perkara pod getar tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi belum menetapkan siapa pemilik ataupun pengguna pod yang positif mengandung etomidate itu.
Termasuk soal informasi yang muncul dari CCTV dan keterangan Mr X, semuanya masih harus diuji dengan alat bukti serta keterangan saksi lainnya.
"Kami masih dalami juga. Masih berjalan. Kami mengharapkan Mr X menyampaikan, silakan datang menyampaikan," pungkas Endang.
