Kobar Warning LGBT, Dugaan Masuk ke Lingkungan Sekolah Jadi Sorotan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 08 Jul 2026 14:31 WIB
Ilustrasi anti-LGBT.Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Dugaan masuknya LGBT ke lingkungan sekolah menjadi perhatian serius di Kotawaringin Barat. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini melalui penguatan edukasi, pengawasan, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Isu tersebut mencuat setelah adanya laporan yang menyebut dugaan perilaku LGBT mulai menyasar kalangan pelajar, terutama pada jenjang SMP dan SMA. Usia remaja dinilai menjadi fase yang rentan terhadap berbagai pengaruh, termasuk dari lingkungan pergaulan dan media sosial.

"Peran orang tua dan kita semua perlu kerja sama dan kolaborasi dalam menyikapi situasi ini karena saya terus terang prihatin melihat kondisi yang ada. Ini perlu kekompakan dan kebersamaan kita semua. Saya juga mendapat laporan, terutama di beberapa Kecamatan, dugaan LGBT sudah mulai masuk ke lingkungan sekolah. Ini perlu menjadi perhatian para pendidik, khususnya di tingkat SMP dan SMA yang sangat rentan," kata Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah saat peluncuran Kartu Kobar Cerdas.

Nurhidayah menegaskan pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, orang tua, tenaga pendidik, aparat penegak hukum, unsur keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan harus berkolaborasi untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak.

Ia juga mendorong sekolah memperkuat pendidikan karakter serta memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler yang positif, agar peserta didik memiliki ruang untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas.

Selain itu, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian. Nurhidayah menilai derasnya arus informasi di dunia digital membuat anak-anak membutuhkan pendampingan lebih intensif dari keluarga maupun lingkungan sekolah.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah remaja terpapar berbagai pengaruh negatif yang dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka.

"Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat juga berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi generasi muda," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Hardino, menjelaskan pihaknya tidak memiliki data khusus mengenai LGBT karena hal tersebut bukan merupakan kategori penyakit yang dicatat dalam sistem surveilans kesehatan.

Menurut Hardino, informasi terkait orientasi seksual atau perilaku tertentu biasanya hanya muncul sebagai bagian dari asesmen faktor risiko saat petugas melakukan skrining atau pelacakan kontak penyakit menular, sehingga tidak menjadi data kasus tersendiri.

"Karena itu, Dinas Kesehatan tidak dapat menyampaikan jumlah maupun perkiraan kasus LGBT di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pendataan yang dilakukan berfokus pada penyakit dan faktor risiko kesehatan, bukan pada orientasi seksual seseorang," ujar Dino, Rabu (8/7/2026).

Pemerintah daerah menilai upaya edukasi, penguatan peran keluarga, pembinaan di sekolah, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk melindungi pelajar dari berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi masa depan mereka.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(sun/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork