Sepanjang pemantauan hingga Minggu Epidemiologi ke-23 Tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar mencatat 67 warga terjangkit suspek Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura. Kewaspadaan virus tersebut di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pun ditingkatkan.
"Total ada 67 orang yang terjangkit. Di RS Harapan Insani melaporkan 16 kasus suspek HFMD. Posisi berikutnya ditempati Puskesmas Runtu dengan 15 kasus dan Puskesmas Madurejo sebanyak 13 kasus. Laporan juga datang dari Puskesmas Mendawai enam kasus, Puskesmas Kotawaringin Lama lima kasus, Puskesmas Kumpai Batu Atas lima kasus, RSUD Sultan Imanuddin empat kasus, Puskesmas Riam Durian tiga kasus, serta Puskesmas Pangkalan Lada dua kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino, Sabtu (27/6/2026).
HFMD merupakan penyakit infeksi virus yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak, terutama usia di bawah 10 tahun. Penularannya sangat mudah terjadi melalui air liur, percikan batuk atau bersin, benda yang digunakan bersama, hingga kontak dengan tinja penderita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dino mengatakan peningkatan laporan tersebut menjadi perhatian serius Dinkes Kobar. Pihaknya kini memperkuat kewaspadaan dini di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
"Terjadi peningkatan laporan suspek HFMD dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu kami telah menerbitkan surat kewaspadaan kepada seluruh rumah sakit, puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri agar memperkuat surveilans, mempercepat pelaporan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan puncak laporan suspek terjadi pada Minggu Epidemiologi ke-20 dengan 12 kasus. Setelah itu jumlah kasus masih tergolong tinggi, yakni enam kasus pada Minggu ke-21 serta masing-masing sembilan kasus pada Minggu ke-22 dan ke-23.
"Sebagai langkah pengendalian, Dinkes Kobar telah melakukan konfirmasi kasus, pelacakan kontak erat, penyelidikan epidemiologi, pengambilan sampel, hingga sosialisasi pencegahan bersama petugas promosi kesehatan di puskesmas," ujarnya.
Meski sampel telah diambil, pengiriman ke Laboratorium Rujukan Banjarbaru masih menunggu ketersediaan reagen pemeriksaan. Dinkes Kobar menyatakan tetap berkoordinasi dengan laboratorium rujukan agar pemeriksaan dapat segera dilakukan.
Dino mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai ruam atau bintil pada tangan, kaki, dan mulut, sariawan, nyeri menelan, maupun penurunan nafsu makan.
"Membiasakan cuci tangan memakai sabun, menjaga kebersihan rumah dan sekolah, membersihkan mainan anak secara rutin, serta mengistirahatkan anak yang sedang sakit hingga benar-benar pulih agar rantai penularan dapat diputus," pungkasnya.
(aau/aau)
