Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram yang disebut dalam Al-Qur'an, di mana umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah.
Pada bulan inilah ibadah haji dilaksanakan, dengan puncaknya terjadi pada tanggal 9 Dzulhijjah saat jamaah berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Namun, bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, Allah SWT tetap memberikan kesempatan meraih pahala besar melalui ibadah puasa sunnah, yaitu Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah).
Mengenal Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Kata "Tarwiyah" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "berpikir" atau "merenung". Hari ini adalah hari persiapan bagi jamaah haji sebelum wukuf di Arafah.
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, puasa Tarwiyah menjadi amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyambut hari Arafah dengan kondisi yang lebih siap.
Sementara itu, puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah oleh jamaah haji. Puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan menjadi penghapus dosa.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Artinya: "Dari Abu Qatadah RA, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: 'Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang'." (HR. Muslim)
Adapun para ulama, seperti yang dikutip dari penjelasan NU Online, menyebut bahwa yang dihapus adalah dosa kecil (shaghair), sedangkan dosa besar tetap harus taubat nasuha. Jika tidak memiliki dosa kecil, maka pahala puasa akan mengangkat derajat di sisi Allah.
Sementara makna "menghapus dosa yang akan datang" bisa berarti dijaga dari perbuatan dosa atau diberi ampunan jika terjatuh dalam kesalahan kecil.
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H/2026 M
Penentuan awal Dzulhijjah di Indonesia dilakukan sama dengan menentukan bulan Syawal dan awal Ramadan. Untuk Muhammadiyah memperhitungkan metode Hisab, sedangkan pemerintah dengan Rukyat atau pengamatan hilal.
Versi Muhammadiyah
- 1 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Senin, 25 Mei 2026
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Selasa, 26 Mei 2026
Versi Pemerintah
Pemerintah akan menetapkan kapan 9 Dzulhijjah secara resmi melalui Sidang Isbat di akhir bulan Dzulkaidah. Kemungkinan jadwalnya jika hilal terlihat, maka sama seperti Muhammadiyah. Namun jika tidak terlihat, maka:
- Puasa Tarwiyah: Selasa, 26 Mei 2026
- Puasa Arafah: Rabu, 27 Mei 2026
Simak Video "Video: Suasana Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal"
(bai/bai)