Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap Jadwal 2026

Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap Jadwal 2026

Sri Wahyuni Oktafia - detikJogja
Selasa, 19 Mei 2026 11:00 WIB
Keutamaan Puasa Dzulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap Jadwal 2026
Ilustrasi membaca niat puasa Dzulhijjah. (Foto: Gemini AI)
Jogja -

Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah masa-masa emas karena amal sholeh yang dilaksanakan pada waktu ini memiliki keutamaan besar yang lebih baik dibandingkan hari-hari lainnya. Amalan yang bisa dilakukan tidak terbatas pada satu amalan, lebih banyak adalah lebih baik. Namun, salah satu amalan sunnah yang dianjurkan diperbanyak pada sepuluh pertama bulan Dzulhijjah adalah puasa.

Mengutip buku Belajar Sendiri Semua Jenis Shalat oleh Zainal Abidin, berpuasa sunnah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan salah satu amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagaimana tertera dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud berikut:

"Rasulullah SAW dahulu berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjah dan hari Asyura, tiga hari pada setiap bulan, serta Senin pertama dan Kamis pertama dari bulan itu." (HR. Abu Dawud).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu apa saja keutamaan dari puasa sunnah di bulan Dzulhijjah ini? Mengapa dianjurkan dan dilakukan oleh Rasulullah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Kapan Puasa Dzulhijjah 2026?

Pemerintah resmi mengumumkan hasil sidang isbat yang dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026 tentang penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H/2026 M. Mengutip keterangan oleh detikNews, Menteri Agama mengumumkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.

"Dengan demikian berdasarkan hasil hisab dan adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 Masehi. Dan demikian Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu 27 Mei 2026," ujar Nasaruddin Umar, dilansir detikNews (18/5/2026).

Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah di sepuluh hari pertama, khususnya memperbanyak ibadah puasa sunnah karena memiliki banyak keutamaan. Dengan adanya pengumuman resmi dari pemerintah mengenai penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H, maka dapat ditentukan pula jadwal puasa sunnah di bulan ini. Berikut jadwal lengkapnya:

  • Senin, 18 Mei 2026: Puasa Sunnah 1 Dzulhijjah 2026
  • Selasa, 19 Mei 2026: Puasa Sunnah 2 Dzulhijjah 2026
  • Rabu, 20 Mei 2026: Puasa Sunnah 3 Dzulhijjah 2026
  • Kamis, 21 Mei 2026: Puasa Sunnah 4 Dzulhijjah 2026
  • Jumat, 22 Mei 2026: Puasa Sunnah 5 Dzulhijjah 2026
  • Sabtu, 23 Mei 2026: Puasa Sunnah 6 Dzulhijjah 2026
  • Minggu, 24 Mei 2026: Puasa Sunnah 7 Dzulhijjah 2026
  • Senin, 25 Mei 2026: Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah 2026
  • Selasa, 26 Mei 2026: Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 2026
  • Rabu, 27 Mei 2026: Hari Raya Idul Adha 1447 H

Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Puasa sunnah yang bisa dilakukan oleh umat Islam di awal bulan Dzulhijjah meliputi puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah. Perbedaan dari ketiga puasa ini terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya, sementara keutamaan dari ketiga puasa ini saling berkaitan satu sama lain.

Puasa sunnah Dzulhijjah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah, sedangkan puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, satu hari sebelum Idul Adha.

Memahami keutamaan berpuasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah adalah hal yang penting untuk diketahui agar umat Islam bisa menjalaninya dengan sepenuh hati. Berikut beberapa keutamaan puasa sunnah ini, dikutip dari buku Cinta Shaum, Zakat, dan Haji oleh Miftahul Achyar Kertamuda, Barangkali Ini Ramadhan Terakhir Kita oleh Husni Magz, dan Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan Hingga Kematian oleh Muh. Hambali.

1. Amalan yang Dicintai Allah SWT

Berpuasa sunnah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah salah satu amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Melaksanakan puasa pada awal bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan seakan-akan berpuasa selama satu tahun penuh. Rasulullah bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk dipakai beribadah lebih dari sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan sholat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan sholat pada malam lailatul qadar." (HR. Tarmidzi).

2. Menghapuskan Dosa Setahun yang Lalu dan Setahun yang Akan Datang

Salah satu puasa yang dilaksanakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah puasa Arafah. Puasa ini bertepatan dengan ibadah wukuf di Arafah oleh umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa ini memiliki keutamaan besar karena siapa pun yang melaksanakannya akan dihapuskan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana hadis berikut,

"Dari Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, Rasulullah bersabda, 'Puasa ini dapat menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Imam Muslim).

3. Melindungi Diri dari Perbuatan Maksiat

Puasa merupakan perisai bagi seorang muslim dari kemaksiatan, karena pada saat berpuasa, umat Islam belajar menahan hawa nafsunya sehingga lebih terkondisikan. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW,

"Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka." (HR. Imam Ahmad).

Dengan begitu, akan lebih mudah bagi umat Islam yang sedang berpuasa untuk melaksanakan amal sholeh dan menghindari perbuatan yang tidak baik seperti berbohong, menggibah, dan berbagai kemaksiatan lainnya. Pada akhirnya, dengan melaksanakan puasa termasuk puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, seseorang bisa melindungi dirinya dari siksa api neraka.

4. Terbebas dari Siksa Api Neraka

Melaksanakan puasa sunnah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah salah satu keutamaannya adalah bisa menyelamatkan seorang muslim dari api neraka. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang bermakna,

"Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR. Muslim).

5. Waktu Terbaik untuk Berdoa

Dalam Islam, ada beberapa waktu yang dianggap terbaik untuk memanjatkan doa, salah satunya ialah saat hari Arafah. Selain itu, apabila seorang muslim melaksanakan puasa pada hari tersebut, maka kemungkinan doanya terkabul akan semakin besar karena Allah tidak menolak doa orang yang sedang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda,

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah ucapan, 'La ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syain qadiir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi).

6. Mengikuti Kebiasaan Rasulullah

Melaksanakan ibadah puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah semasa hidupnya. Hal ini tergambarkan dalam hadis diriwayatkan oleh Abu Dawud berikut:

"Rasulullah SAW dahulu berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjah dan hari Asyura, tiga hari pada setiap bulan, serta Senin pertama dan Kamis pertama dari bulan itu." (HR. Abu Dawud).

Oleh sebab itu, umat Islam yang melaksanakan puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah berarti telah mengamalkan kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah. Hal ini menjadi salah satu keutamaan dari puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah.

Niat Puasa Sunnah Awal Dzulhijjah

Mengutip buku Langsung Hafal dan Paham Qiyamul Lail karya Ustadz Rusdianto dan laman NU Online, berikut niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah yang dibaca pada malam hari:

Niat Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'aalaa.

Arti: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala"

Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'aalaa.

Arti: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala"

Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'aalaa.

Arti: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala"

Kapan Niat Puasa Dibaca?

Dilansir NU Online, karena hukum pelaksanaan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah adalah sunnah, maka bagi umat Islam yang lupa niat pada malam hari boleh melafalkan niat di siang harinya, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari atau sebelum masuk waktu zuhur. Namun, syaratnya adalah belum melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan lain-lain.

Bagi detikers yang tidak sempat berniat di malam hari, berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah di siang hari:

Niat Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah) Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.

Arti: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala"

Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i tarwiyata sunnatan lillahi ta'aalaa.

Arti: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta'ala"

Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i arafata sunnatan lillahi ta'aalaa.

Arti: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala"

Demikian pemaparan mengenai keutamaan melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah serta jadwal dan bacaan niatnya di malam hari maupun di siang hari. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads