Bolehkah Puasa Arafah Tanpa Puasa Tarwiyah? Ini Penjelasannya

Bolehkah Puasa Arafah Tanpa Puasa Tarwiyah? Ini Penjelasannya

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Senin, 25 Mei 2026 13:24 WIB
An arabesque lantern lamp Symbol of Ramadan times, also a famous Middle eastern (specially in morocco and Egypt) lighting decoration item..Some copy space was left up to fit greeting or title textMore Similar and Arabia Related..
Foto: Getty Images/pictafolio
Bandung -

Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan berbagai amalan sunnah di bulan Dzulhijjah. Di antara ibadah yang paling sering dikerjakan adalah puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Namun, tidak sedikit yang bertanya-tanya, apakah seseorang tetap boleh menjalankan puasa Arafah jika tidak sempat atau tidak menjalankan puasa Tarwiyah sehari sebelumnya?

Pertanyaan ini kerap muncul setiap tahun, terutama dari umat Muslim yang baru mengetahui keutamaan puasa Arafah atau yang karena suatu alasan tidak dapat berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah. Lalu bagaimana hukumnya menurut Islam?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bolehkah Puasa Arafah Tanpa Puasa Tarwiyah?

Jawabannya adalah boleh.

Seorang Muslim tetap dapat melaksanakan puasa Arafah meskipun sebelumnya tidak menjalankan puasa Tarwiyah. Tidak ada ketentuan yang mewajibkan puasa Tarwiyah harus dikerjakan terlebih dahulu agar puasa Arafah menjadi sah atau diterima.

ADVERTISEMENT

Hal ini karena kedua puasa tersebut merupakan ibadah sunnah yang berdiri sendiri. Artinya, pelaksanaan puasa Arafah tidak bergantung pada apakah seseorang telah berpuasa Tarwiyah atau tidak.

Dengan demikian, seseorang yang tidak sempat berpuasa pada 8 Dzulhijjah tetap dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah karena keutamaannya yang sangat besar.

Mengenal Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Di kalangan masyarakat Indonesia, amalan ini cukup populer dan banyak dikerjakan sebagai rangkaian ibadah menjelang Idul Adha.

Meski demikian, para ulama memiliki pandangan mengenai dasar hukum khusus puasa Tarwiyah. Sebagian ulama menilai bahwa hadis-hadis yang secara spesifik menyebut keutamaan puasa Tarwiyah tidak berada pada derajat yang kuat atau sahih.

Namun, bukan berarti puasa Tarwiyah tidak boleh dilakukan. Umat Islam tetap diperkenankan bahkan dianjurkan berpuasa pada hari tersebut karena termasuk bagian dari amalan saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dasar Anjuran Berpuasa di Awal Dzulhijjah

Anjuran memperbanyak ibadah pada awal bulan Dzulhijjah didasarkan pada sejumlah hadis yang menjelaskan keutamaan amal saleh pada hari-hari tersebut.

Salah satu hadis yang sering dijadikan dasar anjuran berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah sebagaimana dikutip dari situs jatim.nu.or.id adalah:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari pada awal Dzulhijjah, pada hari 'Asyura' (10 Muharram), dan berpuasa tiga hari setiap bulannya." (HR. Abu Daud No. 2437)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW membiasakan diri berpuasa pada hari-hari awal bulan Dzulhijjah. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunnah, selama periode tersebut.

Berdasarkan pemahaman ini, puasa Tarwiyah dipandang sebagai bagian dari amalan puasa di awal Dzulhijjah yang memiliki nilai kebaikan dan pahala.

Keutamaan Puasa Arafah Lebih Kuat

Berbeda dengan puasa Tarwiyah, puasa Arafah memiliki landasan hadis yang sangat kuat dan diriwayatkan dalam kitab hadis sahih.

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah oleh jemaah haji.

Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa besar.

Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:

"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim No. 1162)

Hadis ini menjadi salah satu dasar utama mengapa puasa Arafah termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.

Melalui puasa ini, seorang Muslim berpeluang memperoleh ampunan Allah SWT atas dosa-dosa kecil yang telah lalu sekaligus dosa yang akan datang selama satu tahun.

Tidak Puasa Tarwiyah Tetap Dianjurkan Puasa Arafah

Melihat besarnya keutamaan puasa Arafah, para ulama sepakat bahwa seseorang tidak perlu mengurungkan niat berpuasa Arafah hanya karena tidak melaksanakan puasa Tarwiyah sebelumnya.

Puasa Arafah tetap memiliki nilai ibadah dan pahala yang besar meskipun dikerjakan secara terpisah.

Karena itu, bagi umat Islam yang baru mengetahui jadwal puasa Arafah, memiliki kesibukan pada hari Tarwiyah, atau tidak sempat berpuasa sehari sebelumnya, tetap dapat menjalankan puasa Arafah sebagaimana biasa.

Tidak ada syarat yang mengharuskan kedua puasa tersebut dilakukan secara berurutan.

Apakah Berdosa Jika Tidak Menjalankan Puasa Tarwiyah?

Jawabannya adalah : Tidak.

Baik puasa Tarwiyah maupun puasa Arafah termasuk ibadah sunah. Artinya, keduanya tidak bersifat wajib dan tidak menimbulkan dosa apabila ditinggalkan.

Namun, umat Islam yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala serta berbagai keutamaan yang telah dijanjikan Allah SWT.

Karena sifatnya sunah, setiap Muslim memiliki keleluasaan untuk memilih menjalankannya sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang berpuasa sejak awal Dzulhijjah, ada yang hanya menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, dan ada pula yang hanya berpuasa Arafah saja.

Selama dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, setiap amalan tersebut tetap bernilai ibadah.

Jadwal Puasa Arafah 2026

Berdasarkan penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, maka jadwal puasa sunnah menjelang Idul Adha adalah sebagai berikut:

  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 25 Mei 2026

  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H): Selasa, 26 Mei 2026

  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1447 H): Rabu, 27 Mei 2026

Bagi umat Islam yang belum sempat menjalankan puasa Tarwiyah, masih ada kesempatan besar untuk meraih keutamaan puasa Arafah pada 26 Mei 2026.

Dengan penjelasan di atas, Puasa Arafah tetap boleh dan sah dilaksanakan meskipun seseorang tidak menjalankan puasa Tarwiyah sehari sebelumnya. Kedua amalan tersebut merupakan ibadah sunah yang berdiri sendiri sehingga tidak saling bergantung satu sama lain.

Meskipun puasa Tarwiyah dianjurkan sebagai bagian dari amalan pada awal Dzulhijjah, puasa Arafah memiliki dalil yang lebih kuat serta keutamaan yang sangat besar, yakni menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.

Karena itu, bagi umat Islam yang tidak sempat berpuasa Tarwiyah, tetap sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah agar tidak melewatkan salah satu amalan sunnah paling utama menjelang Hari Raya Idul Adha.



(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads