Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Tarakan membongkar sejumlah modus operandi yang kerap digunakan para pengemis dan peminta-minta. Berikut penjabarannya.
Tingginya jiwa sosial warga Tarakan dalam memberi sedekah kerap dimanfaatkan oknum-oknum tertentu. Modusnya beragam, mulai dari proposal pembangunan tempat ibadah fiktif, hingga dugaan eksploitasi anak dengan obat penenang.
Berikut adalah ragam modus pengemis di Tarakan yang diungkap Peksos Ahli Pertama Dinsos PM Tarakan, Alghi Fari Smith.
Ragam Modus Pengemis:
1. Modus Proposal Pembangunan Fiktif
Salah satu modus yang marak ditemukan di rumah-rumah warga hingga tempat publik seperti Taman Berkampung adalah permintaan sumbangan dengan proposal.
"Biasanya mereka pakai modus 'minta mistiko' atau mengajukan proposal. Mengatakan untuk membangun pesantren atau masjid, tapi lokasinya beragam di luar Tarakan," ujar Alghi.
Namun, ketika petugas melakukan konfirmasi terkait izin penggalangan dana, para pelaku biasanya tidak bisa menunjukkannya.
"Begitu kita konfirmasi adakah izin penggalangan dananya, langsung kabur," tambahnya.
Simak Video "Menikmati Hangatnya Kebersamaan di Desa Seputuk, Kalimantan Utara"
(sun/bai)