Pengemis datang silih berganti ke Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), kota yang disebut memiliki Indeks kedermawanan cukup tinggi. Mereka beraksi dengan sederet modusnya.
Tingginya jiwa sosial warga Tarakan dimanfaatkan para pengemis untuk mengumpulkan pundi-pundi Rupiah dengan cara mudah. Itu seperti yang disampaikan Peksos Ahli Pertama Dinsos PM Tarakan, Alghi Fari Smith.
"Tarakan ini dikenal dengan indeks kedermawanan yang tinggi. Kalau di daerah lain mungkin dikasih recehan Rp 500 atau Rp 1.000, di Tarakan mereka sampaikan kalau minta dikasih uang Rp 5.000. Ini jadi peluang bagi mereka," tutur Alghi, Senin (19/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, Alghi mengajak warga Tarakan untuk menyalurkan jiwa sosial ke lembaga resmi, bukan ke pengemis. Sementara itu, Kasi Ops Satpol PP Tarakan, Marzuki, menyebut pengemis di Tarakan biasanya pendatang. Jika satu kelompok merasa sudah tidak bisa beroperasi di Tarakan, mereka akan pindah ke daerah lain. Tak lama kemudian datang kelompok baru.
"Pengemis ini biasanya berganti-ganti orang, kalau sudah tidak bisa cari di sini dia pindah. Setelah dia pindah ke luar daerah ke mana gitu, mungkin datang lagi yang lain," ujar Marzuki kepada detikKalimantan, Selasa (20/1/2026).
Bahkan para pengemis memiliki pola tempat tinggal yang terpusat. Berdasarkan pengamatan Satpol PP, mereka kerap bermukim di kawasan Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat.
"Biasanya mereka tinggalnya di Karang Balik situ. Kalau kami temukan sudah mulai Maret, biasanya kami datangi di situ. Kalau di situ banyak, berarti lagi banyak. Kalau tinggal 1-2 orang, berarti sedikit," jelasnya.
Ulasan selengkapnya ada dalam sederet link berikut ini:
Baca juga: Pola dan Cara Kerja Pengemis di Tarakan |
(sun/bai)
