Kenapa Rumah Terbengkalai Cepat Rusak? Ini Penjelasan dari Ahlinya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 13 Nov 2025 10:30 WIB
Ilustrasi rumah terbengkalai. Foto: ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN
Balikpapan -

Jika diperhatikan, rumah yang lama tak ditinggali sering kali tampak menyeramkan, kusam, dan bahkan mulai rusak di beberapa bagian. Ternyata anggapan bahwa rumah kosong cepat rusak bukanlah mitos belaka. Fenomena ini benar-benar bisa dijelaskan secara ilmiah, mulai mulai dari faktor perawatan, material bangunan, hingga sirkulasi udara.

Rumah yang setiap hari dihuni umumnya terlihat lebih hidup dan terawat. Dindingnya bersih, catnya masih segar, halaman tertata rapi, dan udara di dalamnya terasa lebih sehat. Sebaliknya, rumah yang dibiarkan kosong selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, perlahan kehilangan pesonanya. Cat mulai mengelupas, dinding berjamur, dan atap bocor di sana-sini.

Tak Ada Penghuni, Tak Ada Perawatan

Menurut kontraktor sekaligus CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, hal utama yang membuat rumah kosong mudah rusak adalah karena tidak adanya perawatan. Rumah, sama seperti tubuh manusia, membutuhkan perhatian rutin agar tetap sehat dan kuat.

"Itu faktor maintenance, ya, perawatan rumah. Nah, perawatan rumah itu ada hubungannya dengan rumah itu bakal awet apa nggak, rusak apa nggak," jelas Taufiq, dikutip dari detikProperti.

Ia menambahkan, rumah yang ditinggali akan lebih cepat mendapatkan penanganan bila ada kerusakan kecil, seperti kebocoran atap, keramik retak, atau dinding lembap. Sebaliknya, pada rumah kosong, tidak ada yang menyadari kerusakan tersebut sejak awal. Akibatnya, masalah kecil yang dibiarkan akan membesar dan merusak bagian lain dari struktur bangunan.

Material Bangunan Juga Menentukan

Selain faktor perawatan, kualitas material bangunan turut memengaruhi daya tahan rumah. Penggunaan bahan bangunan yang berkualitas baik membuat struktur lebih kuat, cat lebih tahan lama, dan dinding tidak mudah lembap.

Sebaliknya, rumah yang dibangun dengan material seadanya akan menunjukkan kerusakan lebih cepat, apalagi jika dibiarkan tanpa penghuni. Cat bisa pudar dan mengelupas, tembok berjamur, kusen kayu lapuk, hingga ubin retak karena pemasangannya tidak presisi.

"Tapi kalau ada yang berhubungan dengan struktur, mau dihuni atau nggak, kalau strukturnya nggak kuat, ya tetap aja rusak," tambah Taufiq.



Simak Video "Video: Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu Bertambah Jadi 140 Unit"


(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork