Infografis: Kenapa Rumah Kosong Cepat Rusak? Ternyata Ini 3 Penyebab Utamanya

Infografis: Kenapa Rumah Kosong Cepat Rusak? Ternyata Ini 3 Penyebab Utamanya

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Kamis, 16 Jul 2026 08:09 WIB
Infografis Rumah Kosong Cepat Rusak
Foto: Infografis dibuat menggunakan Notebooklm
Jakarta -

Tak sedikit orang percaya bahwa rumah yang dibiarkan kosong dalam waktu lama akan lebih cepat rusak dibanding rumah yang dihuni. Bahkan, ada anggapan bahwa penghuni merupakan "nyawa" bagi sebuah rumah.

Di balik anggapan tersebut, ternyata ada penjelasan yang cukup masuk akal. Rumah yang tidak dihuni memang cenderung mengalami kerusakan lebih cepat, bukan karena hal mistis, melainkan akibat minimnya perawatan, kualitas material, hingga buruknya sirkulasi udara.

Berikut beberapa penyebab rumah kosong lebih cepat rusak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tidak Ada yang Merawat

CEO Sobat Bangun, Taufiq Hidayat, mengatakan faktor utama yang membuat rumah kosong cepat rusak adalah tidak adanya perawatan rutin.

Menurutnya, rumah yang masih dihuni akan segera diperbaiki ketika muncul kerusakan kecil. Sebaliknya, rumah kosong sering kali dibiarkan begitu saja sehingga kerusakan semakin parah.

ADVERTISEMENT

"Itu faktor maintenance ya, perawatan rumah. Perawatan rumah itu ada hubungannya dengan rumah bakal awet atau tidak," ujar Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, penghuni rumah biasanya akan segera membersihkan lumut, membasmi rayap atau serangga, hingga memperbaiki kebocoran. Hal-hal seperti itu tidak akan dilakukan apabila rumah dibiarkan kosong.

2. Kualitas Material Bangunan

Faktor berikutnya adalah kualitas material yang digunakan saat membangun rumah.

Menurut Taufiq, rumah yang dibangun menggunakan material berkualitas cenderung lebih tahan lama meski tidak dihuni.

Sebaliknya, apabila material yang digunakan kurang baik, tanda-tanda kerusakan akan lebih cepat muncul. Cat dinding bisa memudar, jamur mulai tumbuh akibat kebocoran, hingga keramik retak karena pemasangan yang kurang tepat.

3. Sirkulasi Udara Buruk

Rumah kosong umumnya selalu dalam kondisi tertutup. Akibatnya, sirkulasi udara menjadi tidak lancar.

Kondisi tersebut membuat udara di dalam rumah menjadi lembap. Kelembapan yang tinggi memicu pertumbuhan jamur pada dinding, plafon, maupun furnitur.

Tak hanya menimbulkan noda, jamur juga menyebabkan bau apek yang membuat rumah terasa tidak nyaman ketika kembali ditempati.

Karena itu, apabila rumah harus ditinggalkan dalam waktu lama, sebaiknya tetap dilakukan perawatan secara berkala. Membuka jendela untuk memperlancar sirkulasi udara, membersihkan bagian dalam rumah, hingga memeriksa kondisi atap dan saluran air dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih parah.

Dengan perawatan rutin, rumah akan tetap terjaga kondisinya meski tidak dihuni dalam waktu lama.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads