Kondisi Terbaru Driver Ojol Pontianak yang Dipukul Oknum TNI

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 22 Sep 2025 05:59 WIB
Driver ojol Pontianak yang dipukul anggota TNI di Pontianak masih dirawat di rumah sakit. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan
Pontianak -

Teguh Sukma Akbar (48), driver ojek online (ojol) yang dipukul oknum anggota TNI Letda FA masih dirawat di RS Medika Djaya Pontianak. Warga Pontianak Barat itu mengeluh sesak nafas setelah hidungnya patah disikut pelaku.

Jani Fitri, keponakan korban menerangkan, saat ini pamannya masih menjalani perawatan intensif. Sebelumnya, korban dirawat di ruang ICU. Karena mulai membaik, korban dirawat di ruang rawat inap.

"Sekarang kondisinya sudah mendingan, tapi itu cuma susah nafas karena hidungnya patah dan di dalam masih ada darah beku. Perawatnya tidak berani bersihkan," kata Jani saat ditemui di RS Medika Djaya, Minggu (21/9/2025).

Korban tampak masih terbaring lemah di ruang perawatan. Pada bagian pipi kiri mengalami bengkak. Begitu juga mata sebelah kiri korban tertutup.

Pihak rumah sakit menyarankan korban untuk menjalankan operasi. Karena khawatir, akan berdampak pada mata jika hidung yang patah itu tidak dioperasi.

"Karena hidungnya patah, dokter bilang harus operasi takutnya berdampak ke mata. Soalnya ini benar-benar patah hidungnya," jelas Jani.

Rencananya, operasi akan berlangsung pada Rabu mendatang. Karena saat ini dokter spesialis yang menangani sedang berada di luar kota.

"Operasinya baru bisa dilakukan hari Rabu," ujarnya.

Jani menceritakan kembali insiden yang terjadi di Jalan Perum 4, Panglima Aim, Pontianak Timur, pada Sabtu (20/9) sore kemarin. Berdasarkan cerita pamannya, hidung bisa patah ini setelah disikut atau dihajar oleh pelaku menggunakan sikunya.

Tidak bertubi-tubi. Namun, hantaman sekali saja itu cukup keras hingga membuat hidung pamannya patah dan bercucuran darah.

"Terus pun ditanya berapa kali pukulan, katanya cuma sekali pukulan. Tapi itu benar-benar kuat, karena badannya (pelaku) itu benar-benar besar. Bukan nonjok tapi pakai siku pelaku. Itu pas lagi ngomong tiba-tiba disikut pelaku," jelas Jani.

Sama seperti yang terlihat dalam video, korban memang benar-benar tidak melakukan perlawanan saat dihajar pelaku. Begitu juga kata Jani, bahwa pamannya hanya diam dan sesekali membersihkan darah di hidungnya.

"Paman saya tidak melawan. Hidungnya sudah berdarah-darah, jadi fokus bersihkan ke darah," kata Jani.



Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"


(bai/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork