PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan bahwa mobil tangki yang menabrak rombongan mahasiswa di Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan bukan sebagai armada operasional. Pertamina telah melakukan penelusuran internal terkait mobil tangki tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Dia pun menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran internal, kendaraan tersebut tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban," ujar Edi, Minggu (2/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari penelusuran internal kami, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional milik Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di terminal pertamina," imbuhnya.
Kini, Edi memastikan seluruh proses penyelidikan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk memastikan kepemilikan dan proses selanjutnya dari insiden tersebut.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang," katanya.
Diketahui, pada Sabtu (1/8) siang terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Lima diantaranya merupakan mahasiswa KKN dari Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Kalsel, dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Kapolsek Mantewe AKP Kusnin mengatakan bahwa kecelakaan bermula saat mobil tangki berwarna biru putih sempat kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan.
Sementara itu di jalur kanan terdapat mobil pikap yang ditumpangi rombongan mahasiswa KKN menuju Sungai Alut, Desa Gunung Raya Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu untuk berlibur. Adapun pikap yang digunakan merupakan milik Desa Irigasi Batulicin.
Kecelakaan pun tak dapat terelakkan. Sopir mobil tangki MI dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan sopir mobil pikap yang merupakan anggota karang taruna Desa Irigasi Batulicin juga meninggal dunia.
Diikuti oleh lima mahasiswa KKN lainnya yang menaiki mobil pikap tersebut berinisial NIJ (22), NAS (21), VAS (22), ACR (21) dan MR (20) serta satu korban luka yang dilarikan ke RS Marina berinisial MFH (22).
