PSS Sleman berhasil mengunci tiket promosi ke Super League (Liga 1) musim depan. PSS Sleman berpeluang menghadapi PSIM Jogja di musim depan.
PSS Sleman melumat PSIS Semarang dengan skor 3-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (3/5/2026). Kedua tim bermain sengit di babak pertama dan saling melempar serangan.
Gol PSS dicetak oleh Gustavo Tocantins menit 34, Juniot Haqi menit 58, dan Arda Alfareza menit 87. Hasil ini pun memastikan PSS finis di puncak Klasemen Grup Timur dengan 58 poin. Prestasi ini pun membuat pelatih PSS, Asnyari Lubis, semringah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, kita memenangkan pertandingan sesuai dengan keinginan seluruh pemain. Sebelum mereka bermain, saya sampaikan mereka sudah punya tekad untuk bisa lolos ke Liga 1. Dan hari ini mereka buktikan," ujar Ansyari dalam jumpa pers usai pertandingan.
Dia mengapresiasi anak asuhnya yang menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang laga.
"Ini kualitas pemain yang sangat baik. Mereka bertarung dan memperjuangkan apa yang ingin dicapai. Dukungan dari orang tua dan masyarakat Sleman juga luar biasa, dan hari ini mereka buktikan," ucap Ansyari.
Bupati Sleman Harda Kiswaya juga mengapresiasi kemenangan PSS. Dia menyebut doa masyarakat Sleman untuk promosi PSS akhirnya terkabul.
"Selaku Pemerintah Kabupaten Sleman dan pribadi amat bersyukur. Doa seluruh masyarakat Sleman untuk PSS kembali ke Liga 1 dikabulkan, bahkan dimudahkan," ujar Harda di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (3/5).
Dia menyebut Pemkab Sleman berkomitmen untuk mendukung Super Elja tampil prima di musim depan. Koordinasi antara pemkab dengan manajemen bakal dipersiapkan matang.
"Tentu kami akan terus memberikan apresiasi sesuai aturan, baik dalam bentuk dukungan fasilitas maupun moral. Kami juga akan bertemu dengan manajemen untuk membahas langkah menghadapi Liga 1," katanya.
Baca juga: Selamat Datang Kembali di Liga 1 PSS Sleman! |
Di sisi lain, potensi derby DIY antara PSS Sleman dan PSIM Jogja pun tak terelakkan. Harda berharap kompetisi derby DIY itu bisa berlangsung sehat.
"Semangat kami adalah seduluran. Olahraga ini harus dipahami sebagai kompetisi yang sehat. Rivalitas yang tidak sehat harus dihilangkan, karena pada dasarnya kita saudara," tegasnya.
Nantinya Harda bakal mengajak kolaborasi lintas daerah untuk memastikan derby aman dan kondusif. Pihaknya berharap pertandingan derby DIY itu bisa digelar dengan kehadiran penonton.
"Derby tanpa penonton tentu tidak gayeng. Kami berharap pihak keamanan bisa mengevaluasi kebijakan kuota penonton, karena ini juga penting untuk pemasukan klub," ucapnya.
Sultan HB X Ingatkan Kompetisi Sehat
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X juga sempat bicara soal peluang komeptisi antara PSS dan PSIM. Sultan meminta kompetisi berlangsung sehat.
"Ya rival ndak ada masalah untuk kompetisi, asal sehat aja. Kompetisi itu bukan untuk berkelahi, itu untuk permainan untuk bisa makin kualitatif," pesan Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Kamis (30/4).
Kala itu, Sultan mengaku turut berbahagia dengan pencapaian PSS yang semakin dekat dengan promosi.
"Wo ya syukurlah, kita harus bergembira karena memang naik kelas. Sekarang yang penting itu konsistensi," ujar Sultan beberapa waktu lalu.
Setelah ini, PSS bakal berjumpa dengan Garudayaksa FC di partai final Championship 2025/2026.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini
Ulah Pemotor Mabuk lalu Ngamuk Rusak Palang KA di Sleman