Kenaikan harga tiket pesawat akibat situasi di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan avtur turut dirasakan PSIM Jogja. Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, menyebut dampaknya terasa terutama saat tim menjalani laga tandang (away).
"Pasti ada dampaknya. Saya pribadi saja kalau ke Jogja, harga tiket pesawat bisa lebih mahal (naik) sekitar Rp 400 ribu. Itu baru tiket pribadi, bagaimana dengan kebutuhan untuk first team?" ujar Liana, sapaannya, kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
Meski begitu, Liana enggan bicara banyak terkait kenaikan biaya perjalanan imbas kenaikan avtur yang bikin pusing. Namun, ia mengakui hal tersebut menjadi tantangan bagi manajemen PSIM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu sendiri yang saya nggak utarakan kan di sini, bahwa pusing juga di belakang layar ini mengenai pendanaan. Supaya pendanaan ini bisa terus sehat gitu ya. Tapi kita udah berusaha dah dengan sekuat tenaga," tegasnya.
Apalagi, tambah Liana, jumlah penonton kandang PSIM masih cukup sepi. Meski begitu, ia meminta bantuan dari semua elemen agar Laskar Mataram bisa bertahan di kasta tertinggi pada musim depan.
"Masing-masing dari lini saya berharap, terutama di first team ya, di badan first team juga ya, dan di manajemen, kita semua bersyukur bahwa kita tim sehat. Tim kita kuat gitu kan yang sampai saat ini nggak pernah ada isu yang negatif tapi selalu positif," katanya.
"Nah kita harus bersyukur dengan apa? Dengan berkarya yang baik di PSIM," pungkasnya.
Baca juga: PSIM Jogja Si Raja Imbang Super League |

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman