2 Aksi Kekerasan Nodai Liga Bantul 2026

Round-Up

2 Aksi Kekerasan Nodai Liga Bantul 2026

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 11 Agu 2026 05:25 WIB
Kiper Sendangsari FC saat mendapat pukulan dari seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam lapangan.
Kiper Sendangsari FC saat mendapat pukulan dari seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam lapangan. Foto: Tangkapan Layar Ig @jogja_admin
Jogja -

Dua kali aksi kekerasan menodai ajang sepakbola Liga Bantul 2026. Dua aksi kekerasan itu viral di media sosial hingga menuai sorotan.

Kiper Ditinju hingga Tersungkur

Insiden pertama terjadi saat laga PS Sendangsari vs PS Bawuran di Lapangan Bawuran, Pleret, Bantul, pada Sabtu (8/8). Dalam insiden ini, kiper PS Sendangsari ditinju hingga tersungkur oleh suporter yang merangsek masuk lapangan.

Ketua Askab PSSI Bantul, Aris Suharyanta, menyebut kiper itu mengalami luka usai dipukul penonton. Ia mendorong kasus ini diselesaikan secara hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut info, yang melakukan pemukulan bukan penggemar sepak bola. Jadi Askab mendorong itu termasuk pelanggaran," katanya kepada wartawan di Bantul, Senin (10/8/2026).

"Kami menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Wabup Bantul itu menyesalkan adanya tindak kekerasan di Liga Bantul 2026. Sebab klub-klub yang menjadi peserta Liga Bantul 2026 sudah berkomitmen untuk tidak melanggar aturan.

"Kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub yang mengikuti," ucapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Subihan Afuan Ardhi membenarkan korban pemukulan telah membuat laporan ke Polres Bantul.

"Sudah buat laporan, korban melapor tadi siang. Segera kami lakukan pendalaman," katanya.

Ricuh Laga Putratama Vs Nine RAS Semail

Kericuhan turut terjadi keesokan harinya. Kali ini kericuhan terjadi usai laga Putratama vs Nine RAS Semail di Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo, Minggu (9/8).

Dalam video beredar nampak kericuhan terjadi di luar lapangan. Ada juga momen pemain berlarian mengejar orang menuju luar lapangan.

Kapolsek Bantul, Kompol Rapiqoh, menyebut kericuhan dipicu penonton yang mengejek Nine RAS yang dalam laga itu kalah 9-0.

"Setelah pertandingan berakhir 9-0 untuk kemenangan Putratama FC, ada salah satu penonton di luar pagar mengejek dengan cara teriak 'woy kalah' gitu," katanya kepada detikJogja di Polsek Bantul, Senin (10/8/2026).

"Pertandingan kemarin itu ditonton sekitar 50 orang," sambungnya.

Teriakan itu terdengar oleh pemain Nine RAS Semail yang masih berada di lapangan. Bahkan, beberapa pemain akhirnya berlari ke luar pagar untuk mendatangi orang yang mengejek tersebut.

"Mungkin karena merasa tidak terima, pemain Nine RAS Semail kemudian lompat pagar dan mencari orang yang mengejek itu tadi," ucapnya.

Saat itu polisi yang tengah melakukan pengamanan di sekitar lapangan pertandingan langsung bergerak. Upaya dilakukan untuk mencegah gesekan antara penonton dan pemain.

"Tidak sampai bergesekan dan setelah itu penonton membubarkan diri. Jadi tidak ada kejadian yang lebih lanjut," katanya.

"Ke depannya kita akan lebih antisipasi agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads