UMY Buka SMP Muhammadiyah Sapen Universal School Berkurikulum Cambridge

UMY Buka SMP Muhammadiyah Sapen Universal School Berkurikulum Cambridge

Adji G Rinepta - detikJogja
Sabtu, 17 Okt 2026 10:58 WIB
Grand Launching SPMB SMP MSUS Tahun Ajaran 2027/2028 di Gedung SD MSUS, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/10/2026).
Grand Launching SPMB SMP MSUS Tahun Ajaran 2027/2028 di Gedung SD MSUS, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/10/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Bantul -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan dasar. Setelah memiliki SD Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), UMY kini membuka SMP MSUS dengan standar kurikulum Cambridge.

Rektor UMY, Prof Achmad Nurmandi, mengatakan kehadiran SMP MSUS ini untuk menjawab permintaan para orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di SD MSUS. Sama seperti SD MSUS, SMP MSUS juga menggunakan kurikulum Cambridge.

"Di Indonesia itu kan ada (kurikulum) nasional, nasional plus, Cambridge, internasional. Nah kita ambil yang standar Cambridge, kurikulumnya Cambridge. Itu artinya sebagian mata pelajaran mengikuti mata pelajaran-pelajaran internasional gitu," kata Achmad usai Grand Launching Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP MSUS Tahun Ajaran 2027/2028 di Gedung SD MSUS, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain membuka SMP MSUS, UMY kini juga tengah menyiapkan untuk jenjang SMA.

"Lokasinya kita punya lahan di Jalan Titibumi ya, Ambarketawang, Banyuraden (Sleman), kemudian kita bangun di sana, Insyaallah nanti tanggal 21 (Oktober) itu ada groundbreaking mulai borpile untuk pembangunan gedungnya," ujar Achmad.

ADVERTISEMENT
Grand Launching SPMB SMP MSUS Tahun Ajaran 2027/2028 di Gedung SD MSUS, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/10/2026).Grand Launching SPMB SMP MSUS Tahun Ajaran 2027/2028 di Gedung SD MSUS, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/10/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

"Insyaallah 8 bulan bisa, bisa strukturnya dan sebagian jadi gitu untuk menerima angkatan pertama gitu SMP-nya. Itu ada dua gedung, rencana SMP dan SMA. Nah setelah SMP terima nanti SMA kita bangun gedungnya juga. Jadi dia gedung kembar gitu," sambungnya.

Achmad menjelaskan, kehadiran sekolah-sekolah jenjang pendidikan dasar bermutu tinggi ini bukan sesuatu yang baru di dalam Muhammadiyah. Hal ini juga menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

"Muhammadiyah sudah sejak lama punya, sejak 100 tahun yang lalu, sudah menginisiasi lembaga-lembaga pendidikan dasar menengah gitu kan. Mulai taman kanak-kanak bahkan sampai pendidikan menengah atas gitu," kata Achmad.

"Ya harapan kita Muhammadiyah punya sekolah-sekolah unggulan yang kita tahu tuh sekarang aspirasinya orang tua itu kan terutama menengah ke atas tuh. Aspirasinya itu mencari sekolah-sekolah yang standar pendidikannya di atas standar nasional gitu kan," imbuhnya.

Penjelasan Kepala SMP MSUS

Sementara itu Kepala SMP MSUS, Dr Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan kehadiran SMP MSUS ini merupakan hasil inovasi baru. Biasanya, sekolah jenjang pendidikan dasar berada di bawah naungan Muhammadiyah Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

"Ini ada inovasi baru ya sekolah SMP di bawah Amal Usaha Muhammadiyah, di bawah Perguruan Tinggi. Ini hal yang baru di Muhammadiyah," kata Bachtiar usai Grand Launching SPMB SMP MSUS Tahun Ajaran 2027/2028 di Gedung SD MSUS, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/10/2026).

"Nah baru SMP ini kita inject-kan, karena kita ingin mengejar kualitas pendidikan khususnya di Yogyakarta menjadi alternatif pendidikan yang berkualitas, yang modern, yang standar global. Maka ini nggak bisa kalau model donasi, infak yang mungkin ya agak pelan ya walaupun pasti, tapi ini kita percepatkan. Maka ini di bawah Amal Usaha di bawah UMY," sambungnya.

Di angkatan pertama ini, kata Bachtiar, SMP MSUS akan menerima 90 siswa yang terbagi ke tiga kelas masing-masing 30 siswa. Meski baru saja dilaunching SPMB-nya, namun menurutnya antusiasme orang tua mendaftarkan anaknya ke SMP MSUS terbilang tinggi.

"Kalau yang tadi, yang inden itu sudah, yang sekitar 10 siswa sudah inden ke kami untuk siap bergabung di MSUS, baik yang untuk tahun 2027 bahkan ada yang inden tahun 2028, tahun 2030 juga sudah ada yang inden seperti itu," ungkap Bachtiar.

"Kami menarget dari sisi kualitas kami akan tingkatkan dari kualitas internasional, dari sisi fasilitas gedungnya modern, futuristik, dan SPP-nya ataupun biaya pendidikannya memang berbanding lurus dengan fasilitas dan kualitas yang kita berikan ya," pungkasnya.



(dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads