Komunitas beasiswa dan alumni LPDP menggelar The Future Fest Festival 2026 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ajang ini menghadirkan puluhan perguruan tinggi luar negeri lintas benua.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY, Prof Faris Al-Fadhat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa maupun pelajar untuk mendapatkan informasi langsung mengenai pilihan pendidikan lanjutan. Adapun ajang ini hanya digelar sehari pada hari ini.
"Ini bagus sekali, memberi kesempatan kepada baik mahasiswa kami yang nanti lulus untuk lihat kira-kira S2, S3 di mana, ataupun yang SMA, nanti mau S1-nya di mana," ungkap Faris saat ditemui di Sportorium UMY, Bantul, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faris memastikan kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum. Tidak hanya mahasiswa, pelajar SMA juga dapat datang untuk mencari informasi mengenai pilihan perguruan tinggi dan beasiswa.
Suasana The Future Fest Festival 2026 yang digelar di Sportorium UMY, Bantul, Selasa (6/10/2026) Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja |
"Dibuka untuk umum, iya. Jadi bagus sekali karena seluruh masyarakat bisa hadir, baik yang kuliah maupun yang sedang SMA. Tadi kalau kita lihat, dari SMA juga cukup banyak ya," ujarnya.
Dia menilai penyelenggaraan The Future Fest juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Salah satunya terlihat dari semakin banyaknya perguruan tinggi yang ikut serta dalam pameran.
"Kalau saya lihat tiap tahun ini berkembang terus sih, apa namanya, variasi untuk kampusnya juga semakin bertambah begitu. Kalau kita lihat kualitas pendidikan di Indonesia ini kan harus terus dikejar sehingga sama dengan negara-negara tetangga dan negara-negara maju," terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum Mata Garuda, Wahyu Bagus Yuliantok, mengatakan pada penyelenggaraan pada tahun ketiga yakni tahun ini, jumlahnya kembali melonjak hingga lebih dari 70 perguruan tinggi luar negeri.
"Dan tahun yang ketiga ini, selain Jakarta, Surabaya, kita tambah Jogja, animonya luar biasa. Bisa sampai 70 lebih perguruan tinggi luar negeri," kata Wahyu.
Berbagai perguruan tinggi dari sejumlah negara turut hadir dalam pameran tersebut. Mulai dari Australia, Selandia Baru, Singapura, Eropa, Amerika Serikat, Hong Kong, hingga Thailand.
Di antaranya terdapat sejumlah kampus ternama seperti University of Melbourne, University of Sydney, Australian National University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Singapore Management University (SMU). Dari Eropa, terdapat Imperial College London. Bahkan, Wahyu menyebut ada sekolah desain otomotif dari Italia yang datang untuk mencari talenta dari Indonesia.
"Dan di situlah kami dari Mata Garuda juga kolaborasi dengan mitra kita, baik itu swasta maupun pemerintah. Jadi alhamdulillah makin semarak dan provider beasiswa juga enggak hanya Beasiswa Garuda maupun LPDP, tapi juga ada dari Fulbright, dari British Council, dan seterusnya. Jadi ini bentuk kolaborasi yang baik lah. Mata Garuda memang ke depan ingin meningkatkan kolaborasi itu dengan berbagai pihak," terangnya.
Wahyu mengatakan The Future Fest merupakan salah satu bentuk pengabdian Mata Garuda kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan lebih mengenal pilihan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
"Fokus utamanya kami ingin meningkatkan inklusivitas pendidikan itu sendiri. Karena kita tekankan di sini negara telah hadir untuk masyarakat, baik itu S1, S2, S3, itu sudah bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri," tutupnya.

