Eko Suwanto Ingatkan Semangat KAA: Perjuangan Merdeka dari Penindasan

Eko Suwanto Ingatkan Semangat KAA: Perjuangan Merdeka dari Penindasan

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Minggu, 19 Apr 2026 09:58 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Jogja, Eko Suwanto.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jogja, Eko Suwanto. Foto: Istimewa
Jogja -

Ketua DPC PDI Perjuangan Jogja, Eko Suwanto, menegaskan semangat Konferensi Asia Afrika 1955 (KAA) masih relevan di tengah dinamika global saat ini. Nilai-nilai perjuangan melawan kolonialisme dan memperjuangkan kedaulatan bangsa dinilai perlu terus diaktualisasikan.

Hal itu disampaikan Eko usai mengikuti secara daring pidato Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam seminar bertajuk '71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini' di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Eko, Indonesia sebagai bangsa merdeka memiliki tanggung jawab moral untuk terus mempromosikan semangat anti-kolonialisme dan menolak segala bentuk penjajahan di era modern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Tahun 2025 saya berkesempatan hadir mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung. Saya merasakan suasana batin semangat juang bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk merdeka dari penindasan," kata Eko dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai, kondisi dunia saat ini yang masih diwarnai konflik dan perang menunjukkan bahwa semangat KAA belum kehilangan relevansinya. Terlebih, Indonesia memiliki peran historis sebagai salah satu penggagas solidaritas negara-negara berkembang melalui forum tersebut.

"Indonesia dengan peran sejarah sebagai inisiator gerakan non-blok, semangat pemikiran Bung Karno penting untuk terus diaktualkan. Kita dukung upaya menggelorakan spirit perjuangan demi kemerdekaan bangsa sepenuhnya," ujarnya.

Sementara itu, Megawati dalam pidatonya juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat KAA melalui gagasan pelaksanaan KAA jilid II. Ia menyebut ancaman neokolonialisme dan imperialisme masih nyata, sehingga membutuhkan respons bersama dari negara-negara di Asia dan Afrika.

Megawati menyinggung pidato Soekarno berjudul To Build The World A New yang menekankan pentingnya kesetaraan antarbangsa. Ia juga mengaitkan semangat tersebut dengan Gerakan Non-Blok yang lahir dari dinamika Perang Dingin sebagai alternatif di luar dominasi blok besar dunia.

Sebagai catatan, KAA yang digelar pada 18-24 April 1955 di Bandung menjadi tonggak solidaritas negara-negara Asia-Afrika. Forum ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi dan budaya, sekaligus menentang kolonialisme dan neokolonialisme dalam berbagai bentuk.

Eko pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan menghidupkan nilai-nilai perjuangan tersebut.

"Mari bersama bergandengan melawan kolonialisme dan penjajahan atas bangsa lain," pungkasnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads