Catat Dab! Tempat Parkir Ketandan Tutup hingga Akhir Desember 2026

Catat Dab! Tempat Parkir Ketandan Tutup hingga Akhir Desember 2026

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 20 Jul 2026 18:40 WIB
Suasana terkini pembangunan TKP Ketandan, Jogja, Jumat (12/12/2025).
Suasana terkini pembangunan TKP Ketandan, Jogja, Jumat (12/12/2025). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Tempat Khusus Parkir (TKP) Ketandan, Malioboro, Kota Jogja, ditutup sementara mulai hari ini hingga akhir Desember 2026. Penutupan ini dilakukan lantaran Pemda DIY akan melanjutkan pembangunan TKP Ketandan tahap II.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan pekerjaan fisik TKP Ketandan tahap II diperkirakan berlangsung selama kurang lebih lima bulan. Untuk itu penutupan akan berlangsung mulai 20 Juli-31 Desember 2026.

"Fasilitas ini lebih tepat dipandang sebagai bagian dari penguatan sistem parkir dan mobilitas kawasan secara berkelanjutan, bukan semata-mata sebagai prasyarat pelaksanaan full pedestrian pada November mendatang," jelas Erni saat dihubungi, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pembangunan Tahap I tahun lalu, lanjut Erni, TKP Ketandan memiliki total kapasitas sebanyak 535 kendaraan roda dua atau satuan ruang parkir (SRP). Serta 87 SRP untuk kendaraan roda empat.

ADVERTISEMENT

Pada pembangunan tahap II ini, lanjut Erni, pagu anggarannya sebesar Rp 9.374.750.000.

"Pembangunan Tahap II kapasitas tersebut akan meningkat menjadi 1.200 SRP untuk kendaraan roda dua dan 118 SRP untuk kendaraan roda empat," papar Erni.

"Artinya kapasitas parkir roda dua bertambah 665 SRP atau meningkat sekitar 124 persen, sedangkan kapasitas roda empat bertambah 31 SRP atau meningkat sekitar 36 persen," sambungnya.

Plt Kepala Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dishub DIY, Rizki Budi Utomo, menambahkan pembangunan TKP Ketandan memang terbagi menjadi dua tahap lantaran keterbatasan anggaran.

Adapun metode pelaksanaan pekerjaan yang akan diterapkan pada Tahap II ini, hampir sama dengan Tahap I, yakni fondasi bangunan menggunakan metode bored pile. Bored pile adalah fondasi dalam berbentuk tabung yang ditanamkan untuk mendistribusikan beban bangunan berat ke lapisan tanah yang lebih keras.

"Sementara itu struktur utama bangunan didominasi konstruksi baja yang diproduksi dan dirakit terlebih dahulu di workshop sehingga di lokasi proyek hanya dilakukan proses pemasangan," papar Rizki.

"Metode tersebut diharapkan dapat mengurangi aktivitas pekerjaan berat di lapangan, mempercepat proses konstruksi, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar," imbuhnya.

Lebih lanjut Rizki menjelaskan, untuk tempat parkir alternatif di kawasan Malioboro terdapat kantong-kantong parkir yang tersedia. Seperti parkir Beskalan dan Senopati, kantong parkir milik Pemkot Jogja, serta parkir swasta.

"Informasi mengenai lokasi parkir alternatif juga akan disebarluaskan melalui berbagai media informasi, termasuk media sosial, agar masyarakat tetap memperoleh kemudahan dalam mengakses fasilitas parkir selama masa pembangunan berlangsung," ujarnya.

"Jadi kami juga mendorong pihak swasta untuk membuka kantong-kantong parkir yang ada di sekitaran itu dan mengelola agar penunjang Malioboro menjadi kawasan full pedestrian," pungkas Rizki.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads