Sebuah rumah yang dipenuhi oleh sampah, barang bekas, hingga kotoran hewan di Brookfield, Queensland, Australia, laku terjual secara lelang dengan nilai US$ 1,28 juta atau sekitar Rp 21,5 miliar. Begini penampakan rumah tersebut.
Dilansir detikProperti, rumah yang memiliki empat tidur itu dibangun di atas lahan seluas 10.000 meter persegi di 77 Nioka Street, sekitar pinggiran kota Brisbane. Selain bagian dalamnya yang kotor, halamannya juga begitu berantakan karena tak pernah dirawat.
Banyak sisa-sisa barang yang sudah rusak dan sengaja dibuang di belakang rumah. Karena tak terurus selama bertahun-tahun, rumah itu justru lebih mirip seperti gubuk di tengah hutan akibat halamannya dipenuhi pohon dan tumbuhan liar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah rumah di Australia laris manis diincar pembeli. Padahal kondisi rumahnya penuh dengan sampah. Foto: Dok. Queensland Public Trustee |
Kendati demikian, banyak orang yang berminat untuk membelinya. Dilansir situs Domain Australia, Rabu (18/2/2026), rumah tersebut dijual secara lelang pada 10 Februari 2026.
Pihak yang melelang rumah itu adalah Queensland Public Trustee. Saat rumah tersebut masuk daftar lelang, total ada 40 peserta yang mendaftar. Sekitar 130 orang turut hadir dalam acara lelang yang berlangsung sekitar 25 menit.
Penawaran dimulai dari angka US$ 800 ribu atau sekitar 13,4 miliar (kurs Rp 16.800). Dalam waktu singkat, angka penawarannya naik menjadi US$ 1 juta atau sekitar Rp 16,8 miliar. Sampai akhirnya ada yang berani menaikkan penawaran hingga menyentuh angka US$ 1,2 juta.
"Saat harga mencapai US$ 1,2 juta, hanya tersisa dua dari penawar awal. Kemudian beberapa penawar langsung mengajukan angka penawaran sebesar US$ 1,27 juta," ujar Kepala Juru Lelang Paul Gaffney.
Sebuah rumah di Australia laris manis diincar pembeli. Padahal kondisi rumahnya penuh dengan sampah. Foto: Dok. Queensland Public Trustee |
Lalu ada penawar lain yang menaikkan tawaran di angka US$ 1,28 juta. Angka tersebut jadi yang paling tinggi dalam lelang dan juri pun mengetokkan palu, sehingga rumah penuh sampah itu laku Rp 21,5 miliar.
"Ada satu penawaran tandingan sebesar US$ 1,28 juta dan itu menjadi miliknya," kata Gaffney.
Di sisi lain, semua penawar yang ikut dalam lelang tidak boleh masuk ke dalam rumah itu untuk melihat kondisinya. Sebab, ada beberapa barang yang sudah sangat kotor dan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan.
Lelang pun dilakukan di pinggir jalan tepat di depan rumah tersebut. Meski akhirnya rumah itu laku terjual, si pemilik baru harus kerja keras untuk membuang semua sampah. Proses renovasi rumah itu juga diperkirakan bakal menelan biaya besar.
"Para penawar tampaknya merupakan campuran dari penduduk lokal yang sudah mengenal daerah itu dengan baik dan keluarga yang ingin pindah ke Brookfield, serta beberapa pengembang dan investor yang mungkin berpikir itu akan menjadi peluang menarik jika bisa mendapatkannya dengan harga tepat," ungkap Gaffney.
(dil/dil)



Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg