- Harga Sembako Jogja 30 Januari 2026 Versi PIHPS
- Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah 1. Produksi (Internal) 2. Distribusi (Internal) 3. Sumber Pasokan (Internal) 4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal) 5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
- FAQ tentang Harga Sembako 1. Apakah sembako dikenai PPN? 2. Siapa yang berperan menentukan naik tidaknya harga sembako? 3. Mengapa harga sembako beda-beda di tiap provinsi?
Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 12.34 WIB, dua jenis cabai rawit tercatat kembali naik harga. Selain cabai, minyak goreng curah juga meneruskan kenaikannya.
Cabai rawit hijau naik sebesar 4,67%, dari Rp 53.500 menjadi Rp 56.000 per kilogram. Meski di Jogja naik, reratanya di level nasional tetap di angka Rp 51.400. Provinsi dengan banderol termahal adalah Kalimantan Utara (Rp 93.150), sedangkan termurahnya di Sulawesi Selatan (Rp 21.850).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rawit merah yang kemarin melejit hampir 6000 rupiah ngegas lagi hari ini. Grafik PIHPS menunjukkan, satu kilogramnya lebih mahal 3.600 atau 6,11% menjadi Rp 62.500. Ini adalah harga termahal rawit merah sejak 2026 dimulai.
Bagaimana dengan minyak goreng curah? Harganya terpantau naik 250 rupiah, terhitung dari Rp 18.150 menjadi Rp 18.400 per kilogram. Kemarin, harganya naik menjadi Rp 18.150 dari sebelumnya Rp 18.000/kg.
Perlu diketahui, data PIHPS dihitung dari rata-rata harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar lengkap harga sembako Jogja hari ini 30 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 30 Januari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.000/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Rp 36.250/kg
- Cabai merah keriting: Rp 32.500/kg
- Cabai rawit hijau: Naik dari Rp 53.500 menjadi Rp 56.000/kg
- Cabai rawit merah: Naik dari Rp 58.900 menjadi Rp 62.500/kg
- Daging ayam ras segar: Rp 36.250/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
- Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng curah: Naik dari Rp 18.150 menjadi Rp 18.400/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Rp 28.000/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Jumat, 30 Januari 2026. Sebagai catatan, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
FAQ tentang Harga Sembako
1. Apakah sembako dikenai PPN?
Tidak. Bahan-bahan pokok, seperti beras, garam, daging, maupun telur dibebaskan PPN.
2. Siapa yang berperan menentukan naik tidaknya harga sembako?
Mekanisme pasar berupa permintaan dan penawaran yang berperan. Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga berperan, semisal dengan menerapkan harga eceran terendah (HET).
3. Mengapa harga sembako beda-beda di tiap provinsi?
Penyebabnya bisa sangat bervariasi, mulai dari ketersediaan stok hingga biaya transportasi.

Komentar Terbanyak
John Wick Anjing di Bantul Mati Diracun, Pemilik Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini
Bisa-bisanya Pria Sleman Ketiduran di Pinggir Jalan Usai Begal Motor