Harga Sembako Jogja Hari Ini 30 Januari 2026: Rawit Merah Tembus 60 Ribu/Kg!

Harga Sembako Jogja Hari Ini 30 Januari 2026: Rawit Merah Tembus 60 Ribu/Kg!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 30 Jan 2026 13:41 WIB
Pedagang melayani pembeli cabai di Pasar Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (10/1/2025). Menurut pedagang, harga cabai di pasar tersebut mengalami kenaikan seperti cabai tanjung dari harga Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram, cabai rawit dari Rp70 ribu menjadi Rp110 ribu per kilogram dan cabai hijau dari Rp30 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram karena kurangnya pasokan. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym.
Cabai rawit. (Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Jogja -

Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.

Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 12.34 WIB, dua jenis cabai rawit tercatat kembali naik harga. Selain cabai, minyak goreng curah juga meneruskan kenaikannya.

Cabai rawit hijau naik sebesar 4,67%, dari Rp 53.500 menjadi Rp 56.000 per kilogram. Meski di Jogja naik, reratanya di level nasional tetap di angka Rp 51.400. Provinsi dengan banderol termahal adalah Kalimantan Utara (Rp 93.150), sedangkan termurahnya di Sulawesi Selatan (Rp 21.850).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rawit merah yang kemarin melejit hampir 6000 rupiah ngegas lagi hari ini. Grafik PIHPS menunjukkan, satu kilogramnya lebih mahal 3.600 atau 6,11% menjadi Rp 62.500. Ini adalah harga termahal rawit merah sejak 2026 dimulai.

Bagaimana dengan minyak goreng curah? Harganya terpantau naik 250 rupiah, terhitung dari Rp 18.150 menjadi Rp 18.400 per kilogram. Kemarin, harganya naik menjadi Rp 18.150 dari sebelumnya Rp 18.000/kg.

ADVERTISEMENT

Perlu diketahui, data PIHPS dihitung dari rata-rata harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar lengkap harga sembako Jogja hari ini 30 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.

Harga Sembako Jogja 30 Januari 2026 Versi PIHPS

Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.000/kg
  • Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
  • Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
  • Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
  • Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
  • Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
  • Cabai merah besar: Rp 36.250/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 32.500/kg
  • Cabai rawit hijau: Naik dari Rp 53.500 menjadi Rp 56.000/kg
  • Cabai rawit merah: Naik dari Rp 58.900 menjadi Rp 62.500/kg
  • Daging ayam ras segar: Rp 36.250/kg
  • Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
  • Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
  • Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
  • Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
  • Minyak goreng curah: Naik dari Rp 18.150 menjadi Rp 18.400/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
  • Telur ayam ras segar: Rp 28.000/kg

Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah

Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:

1. Produksi (Internal)

Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.

2. Distribusi (Internal)

Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.

3. Sumber Pasokan (Internal)

Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.

4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)

Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.

5. Jumlah Pesaing (Eksternal)

Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.

Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Jumat, 30 Januari 2026. Sebagai catatan, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.

FAQ tentang Harga Sembako

1. Apakah sembako dikenai PPN?

Tidak. Bahan-bahan pokok, seperti beras, garam, daging, maupun telur dibebaskan PPN.

2. Siapa yang berperan menentukan naik tidaknya harga sembako?

Mekanisme pasar berupa permintaan dan penawaran yang berperan. Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga berperan, semisal dengan menerapkan harga eceran terendah (HET).

3. Mengapa harga sembako beda-beda di tiap provinsi?

Penyebabnya bisa sangat bervariasi, mulai dari ketersediaan stok hingga biaya transportasi.



(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads