Tragedi Kebakaran Hebat Trans Home Kalasan Tewaskan 2 Karyawati

Round-Up

Tragedi Kebakaran Hebat Trans Home Kalasan Tewaskan 2 Karyawati

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 02 Okt 2026 07:30 WIB
Kebakaran di Trans Home Jalan Jogja-Solo, Berbah, Sleman.
Kebakaran di Trans Home Jalan Jogja-Solo, Berbah, Sleman. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Jogja -

Kebakaran hebat yang melanda toko bangunan Trans Home di Jalan Jogja-Solo, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman, menewaskan dua karyawati. Tim SAR menyebut gedung tiga lantai itu sulit diakses dan banyak bahan kimia yang terbakar di dalamnya.

Terbakar Sejak Siang

Lurah Kalitirto, Kapanewon Berbah, Ari Hadi mengatakan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

"Tadi sekitar jam 13.00 WIB. Untuk sementara belum diketahui penyebabnya, masih pemadaman," kata dia saat diminta konfirmasi detikJogja, Kamis (1/10/2026) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum Padam hingga Sore

Pantauan detikJogja, api belum bisa dipadamkan sepenuhnya sampai pukul 17.00 WIB. Mobil Pemadam Kebakaran dari wilayah Jogja, Sleman, Klaten, dan daerah sekitarnya dikerahkan ke lokasi. Api masih menyala di lantai dua dan asap hitam mengepul.

Arus lalu lintas dialihkan ke alternatif kota dan Gunungkidul karena kepadatan kendaraan sejak lepas RS Bhayangkara. Belasan ambulans bersiaga di lokasi, termasuk water canon kepolisian berada di lokasi.

ADVERTISEMENT

Jalan Jogja-Solo Ditutup

Sebagian Jalan Jogja-Solo dari arah Klaten menuju Jogja pun ditutup untuk proses pemadaman. Arus lalu lintas dialihkan lewat jalur alternatif.

"Jadi dari timur, mulai simpang tiga Prambanan yang ke arah barat (Jogja) sudah kami alihkan ke selatan. Lewat jalan Prambanan-Piyungan," kata kasat lantas Polresta Sleman AKP Arfita Dewi kepada detikJogja di lokasi, Kamis (1/10/2026) sore.

Arfita mengatakan, arus lalu lintas di depan kantor Kecamatan Kalasan lama juga dialihkan ke selatan dan sebagian dialihkan ke utara.

"Jadi dari Bale Bengong ke sini sudah tidak ada kendaraan," ujar dia.

Arfita menjelaskan, penutupan sebagian Jalan Jogja-Solo dari arah Klaten menuju Jogja serta pengalihan arus lalu lintas dilakukan sampai proses pemadaman selesai. Sedangkan lalu lintas di Jalan Jogja-Solo arah dari Jogja menuju Solo tetap dibuka alias normal.

Keluarga Karyawan Berdatangan

Sejumlah keluarga karyawan toko Trans Home pun berdatangan ke lokasi untuk memastikan keluarganya dalam kondisi selamat.

"Saya cari ibu saya yang kerja di sini. Bingung saya," kata Zaki, warga Prambanan, Sleman kepada detikJogja di lokasi, Kamis (1/10/2026) petang.

"Saya lihat di TikTok ada kebakaran itu. Saya kan ngekos, langsung ke sini bersama teman," ungkap Zaki.

Pantauan detikJogja, keluarga karyawan berkumpul di teras toko sebelah barat lokasi kejadian.

"Saya mencari anak saya sama ibunya. Ini belum ketemu," kata seorang keluarga karyawan lainnya, kemarin.

2 Karyawati Ditemukan Tewas

Dua karyawati menjadi korban kebakaran toko bangunan Trans Home di Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Berbah, Sleman. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Kondisinya tadi kita temukan sudah henti napas dan henti nadi. Untuk selanjutnya kita bawa ke RS Bhayangkara," kata koordinator unit siaga SAR Sleman, Basarnas Yogyakarta, Dedi Prasetyo di lokasi, Kamis (1/10/2026) malam.

Dedi mengatakan, pemadaman oleh tim gabungan dilakukan pukul 14.00 WIB. Dari informasi awal ada dua karyawan yang terjebak.

"Kita lakukan koordinasi dan evakuasi karena dari info awal ada dua yang terjebak di dalam. Pertama kita harus memastikan lokasi steril aman dari api serta asap, baru kita lakukan evakuasi korban," terang Dedi.

Dedi menjelaskan, kedua korban bisa dievakuasi dalam waktu 15 menit.

"Korban pertama dievakuasi sekitar delapan menit, dan yang kedua sekitar tujuh menit, sehingga total 15 menit. Korban ditemukan di lantai tiga, berdekatan di dekat tangga," ucap dia.

"Untuk korban atas nama ibu W dan ibu S. Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, nantinya kita koordinasikan dengan kepolisian," lanjut Dedi.

Kasi Ops dan Investigasi Bidang Damkar Satpol-PP Sleman, Nawa Murtiyanto menjelaskan luas area terbakar sekitar 2.000 meter.

"Karena posisi situasi yang sulit jadi butuh penanganan ekstra. Banyak barang rumah tangga, mudah terbakar," kata dia kepada wartawan di lokasi.

Kesaksian Karyawan-Warga

Sejumlah saksi mata menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran toko tiga lantai tersebut.

"Tadi jam 13.00 WIB kejadiannya. Saya pas di depan, parkir," kata Hendi (55) seorang karyawan kepada detikJogja, Kamis (1/10/2026) petang.

Hendi mengatakan, saat itu seorang temannya melihat api dan asap di belakang toko di bagian parkir kendaraan. Beberapa rekannya mencoba memadamkan api dengan APAR.

"Saya lari menyelamatkan karyawan keluar toko. Tidak ada suara ledakan atau apa," tutur Hendi.

Menurut Hendi, karyawan yang bisa diselamatkan cukup banyak dan tidak ada yang terluka.

Johan, pedagang angkringan yang berjualan di jalan belakang toko, menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

"Masih aktivitas semua, kan (karyawan) sif dua baru masuk. Habis absen finger, terus kebakaran itu. Lalu pada lari keluar," kata Johan kepada detikjogja di lokasi.

Menurut Johan, saat itu dirinya berjualan dari jarak 10 meter dari kompleks toko. Api terlihat membesar dengan cepat.

"Api cepat sekali membesar, mau memadamkan pakai apa kita bingung. Penyebabnya apa tidak tahu, langsung besar gitu," lanjut Johan.

Pantauan sampai pukul 20.00 WIB, asap tebal masih terlihat meski api sudah tidak tampak. Tim Damkar gabungan terus menyusuri gedung tiga lantai tersebut. Bagian depan sudah tidak ada asap.

Jalan Jogja-Solo arah Yogyakarta belum dibuka karena masih untuk hilir mudik armada Damkar. Pukul 20.00 WIB, polisi memberlakukan contraflow jalan ruas arah Solo. Jalan itu dibagi untuk lalu lintas dua arah guna mencegah kemacetan.

Perjuangan Evakuasi Korban

Tim SAR gabungan mengaku tidak mudah mengakses gedung tiga lantai itu.

"Ini adalah toko di mana banyak bahan kimia sehingga bisa masuk dalam kategori hazmat, jadi berbahaya. Ada bahan yang sudah terbakar dan belum terbakar,'' kata Koordinator Unit Siaga SAR Sleman Basarnas Yogyakarta, Dedi Prasetyo, kepada detikJogja, Kamis (1/10/2026) pukul 22.10 WIB.

Dedi mengatakan, akses yang sempit menjadi kendala, sehingga jumlah personel yang bisa masuk terbatas. Ia menyebut bahan kimia itu di antaranya cat, yang mudah terbakar dan menimbulkan gas.

"Lantai satu dan dua habis (terbakar), untuk lantai tiga belum bisa sepenuhnya mengakses, " ujar Dedi.

Komandan Regu 3 Damkar Klaten, Abdul Wahid mengatakan timnya ikut membantu pemadaman kebakaran tersebut.

"Di basemen itu akses sulit. Material di dalamnya cukup banyak, ada PVC, bahan mebel yang belum diassembly, dan lainnya," kata Abdul.

"Material padat, dan ventilasi kurang. Kita 20 orang, dan yang masuk 8 orang dengan tabung oksigen gantian," imbuhnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menggelar Fashion Show Bersama Warga di Grojogan Kapuhan, Sleman"
[Gambas:Video 20detik] (dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads