Kebakaran hebat di toko bahan bangunan Trans Home di Jalan Jogja-Solo, Berbah, Sleman, tadi siang menewaskan dua karyawati. Tim SAR gabungan mengaku tidak mudah mengakses gedung tiga lantai itu.
"Ini adalah toko di mana banyak bahan kimia sehingga bisa masuk dalam kategori hazmat, jadi berbahaya. Ada bahan yang sudah terbakar dan belum terbakar,'' kata Koordinator Unit Siaga SAR Sleman Basarnas Yogyakarta, Dedi Prasetyo, kepada detikJogja, Kamis (1/10/2026) pukul 22.10 WIB.
Dedi mengatakan, akses yang sempit menjadi kendala, sehingga jumlah personel yang bisa masuk terbatas. Ia menyebut bahan kimia itu di antaranya cat, yang mudah terbakar dan menimbulkan gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lantai satu dan dua habis (terbakar), untuk lantai tiga belum bisa sepenuhnya mengakses, " ujar Dedi.
Dia menambahkan, dua korban yang meninggal dunia ditemukan di lantai tiga.
"Kita temukan di lantai tiga dekat dengan tangga," ucap Dedi.
Komandan Regu 3 Damkar Klaten, Abdul Wahid mengatakan timnya ikut membantu pemadaman kebakaran tersebut.
"Di basemen itu akses sulit. Material di dalamnya cukup banyak, ada PVC, bahan mebel yang belum diassembly, dan lainnya," kata Abdul.
"Material padat, dan ventilasi kurang. Kita 20 orang, dan yang masuk 8 orang dengan tabung oksigen gantian," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, toko bangunan Trans Home yang ada di jalan Jogja-Solo, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman, kebakaran siang tadi. Dua karyawati ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Kondisinya tadi kita temukan sudah henti napas dan henti nadi. Untuk selanjutnya kita bawa ke RS Bhayangkara," kata koordinator unit siaga SAR Sleman, Basarnas Yogyakarta, Dedi Prasetyo kepada awak media.
Dedi mengatakan, pemadaman oleh tim gabungan dilakukan pukul 14.00 WIB. Dari informasi awal ada dua karyawan yang terjebak.
"Kita lakukan koordinasi dan evakuasi karena dari info awal ada dua yang terjebak di dalam. Pertama kita harus memastikan lokasi steril aman dari api serta asap, baru kita lakukan evakuasi korban," ujar dia.
