Harga Sembako Jogja Hari Ini 5 Januari 2026: 6 Bahan Pangan Turun Serentak!

Harga Sembako Jogja Hari Ini 5 Januari 2026: 6 Bahan Pangan Turun Serentak!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Senin, 05 Jan 2026 13:31 WIB
Harga Sembako Jogja Hari Ini 5 Januari 2026: 6 Bahan Pangan Turun Serentak!
Ilustrasi sembako. Foto: Pixabay/EmAji
Jogja -

Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum dapat bergeser tiap hari. Perubahan harga tersebut mesti diketahui masyarakat luas agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.

Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 11.53 WIB, 6 bahan pangan Jogja kompak turun. Di sisi lain, tidak tampak satu pun yang naik.

Cabai merah besar kembali turun, kali ini dari Rp 47.500 menjadi Rp 47.000 per kilogram. Sebagai informasi, pada 2 Januari 2026 kemarin, harganya ambles dari Rp 55.000 menjadi Rp 47.500.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cabai merah keriting juga tercatat turun harga. Grafik PIHPS menunjukkan, angkanya merosot dari Rp 42.500 menjadi Rp 39.250 sekilo. Dengan demikian, sejak 30 Desember 2025 lalu, harganya sudah turun sebesar 5.750 rupiah.

Masih dari keluarga cabai, ada rawit hijau yang turun 1.000 rupiah, terhitung menjadi Rp 69.000 dari sebelumnya Rp 70.000. Di level nasional, rata-rata rawit hijau berada di level Rp 60.500, turun 2.300 dari rerata per 2 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

Bagaimana dengan rawit merah? Sama seperti 3 cabai lain, jenis cabai ini juga turun. Tidak tanggung-tanggung, harganya longsor dari Rp 56.250 menjadi Rp 50.000 per kilogram. Artinya, ada penurunan kurang lebih 11%.

Bahan pangan lain yang juga merosot harganya di Kota Jogja hari ini adalah daging dan telur ayam. Daging ayam turun dari Rp 38.250 menjadi Rp 36.750. Sementara itu, telur ayam hari ini dibanderol dengan harga yang lebih murah 250 rupiah, terhitung dari Rp 30.500 menjadi Rp 30.250/kg.

Perlu diketahui, data PIHPS bersumber dari harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar harga sembako Jogja hari ini 5 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.

Harga Sembako Jogja 5 Januari 2026 Versi PIHPS

Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 43.500/kg
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 39.500/kg
  • Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
  • Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
  • Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
  • Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
  • Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
  • Cabai merah besar: Turun dari Rp 47.500 menjadi Rp 47.000/kg
  • Cabai merah keriting: Turun dari Rp 42.500 menjadi Rp 39.250/kg
  • Cabai rawit hijau: Turun dari Rp 70.000 menjadi Rp 69.000/kg
  • Cabai rawit merah: Turun dari Rp 56.250 menjadi Rp 50.000/kg
  • Daging ayam ras segar: Turun dari Rp 38.250 menjadi Rp 36.750/kg
  • Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
  • Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
  • Gula pasir kualitas premium: Rp 18.250/kg
  • Gula pasir lokal: Rp 17.000/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
  • Telur ayam ras segar: Turun dari Rp 30.750 menjadi Rp 30.500/kg

Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah

Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:

1. Produksi (Internal)

Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.

2. Distribusi (Internal)

Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.

3. Sumber Pasokan (Internal)

Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.

4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)

Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.

5. Jumlah Pesaing (Eksternal)

Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.

Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Senin, 5 Januari 2026. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.




(par/dil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads