Harga Sembako Jogja Hari Ini 2 Januari 2026: Cabai Merah Ambles di Awal Tahun!

Harga Sembako Jogja Hari Ini 2 Januari 2026: Cabai Merah Ambles di Awal Tahun!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 02 Jan 2026 13:28 WIB
Harga Sembako Jogja Hari Ini 2 Januari 2026: Cabai Merah Ambles di Awal Tahun!
Cabai merah besar. (Foto: pvproductions/Freepik)
Jogja -

Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum dapat bergeser tiap hari. Perubahan harga tersebut mesti diketahui masyarakat luas agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.

Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat, 2 Januari 2026, pukul 12.29 WIB, cabai merah besar dan cabai merah keriting turun harga. Begitu juga daging ayam ras segar. Sebaliknya, rawit merah naik.

Cabai merah besar mengawali 2026 dengan penurunan harga yang signifikan. Pada 31 Desember kemarin, satu kilogramnya masih dibanderol Rp 55.000. Hari ini, harganya turun 13,64%, menjadi Rp 47.500.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi serupa dialami cabai merah keriting meski tidak seekstrem cabai merah besar. Grafik PIHPS menunjukkan, harganya turun dari Rp 45.000 menjadi Rp 42.500 di pasar-pasar tradisional Kota Jogja. Adapun di level nasional, reratanya Rp 48.600/kg.

Di tengah kemerosotan harga cabai lain, rawit merah justru melenggang naik. Tercatat, harganya naik menjadi Rp 56.250 dari sebelumnya Rp 54.250 sekilo. Sebagai pembanding, harga cabai rawit merah termahal berlaku di Maluku (Rp 108.750), sedangkan yang paling murah di Sulawesi Selatan (Rp 33.750).

ADVERTISEMENT

Daging ayam ras segar juga tampak turun harga hari ini. Harga per kilogramnya turun 250 rupiah menjadi Rp 38.250 ketimbang banderolan pada Rabu (31/12/2025) kemarin. Angka ini didapat dari hitungan rata-rata harga yang ada di Pasar Beringharjo (Rp 37.000) dan Kranggan (Rp 39.500).

Daftar harga sembako Jogja hari ini 2 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.

Harga Sembako Jogja 2 Januari 2026 Versi PIHPS

Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 43.500/kg
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 39.500/kg
  • Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
  • Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
  • Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
  • Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
  • Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
  • Cabai merah besar: Turun dari Rp 55.000 menjadi Rp 47.500/kg
  • Cabai merah keriting: Turun dari Rp 45.000 menjadi Rp 42.500/kg
  • Cabai rawit hijau: Rp 70.000/kg
  • Cabai rawit merah: Naik dari Rp 54.250 menjadi Rp 56.250/kg
  • Daging ayam ras segar: Turun dari Rp 38.500 menjadi Rp 38.250/kg
  • Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
  • Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
  • Gula pasir kualitas premium: Rp 18.250/kg
  • Gula pasir lokal: Rp 17.000/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
  • Telur ayam ras segar: Rp 30.750/kg

Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah

Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:

1. Produksi (Internal)

Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.

2. Distribusi (Internal)

Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.

3. Sumber Pasokan (Internal)

Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.

4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)

Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.

5. Jumlah Pesaing (Eksternal)

Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.

Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Jumat, 2 Januari 2026. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.




(sto/afn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads