Sembilan ekor kambing milik warga yang dipelihara di Bulak Belang, Dusun Bamban, Kalurahan Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dalam kondisi tercabik-cabik dan mengalami sejumlah luka gigitan.
"Betul, ada sembilan kambing di Bohol, Rongkop, yang ditemukan mati," kata Kasi Humas Polres Gunungkidul Iptu Tukiran saat dihubungi detikJogja, Rabu (28/10/2026).
Tukiran mengatakan, kejadian bermula saat pemilik, Hardi Suwito (82) warga Bamban, pergi ke bulak belang untuk memberi makan kambing-kambingnya pukul 05.30 WIB tadi. Jarak rumah Hardi dengan kandang itu sekitar 500 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai di kandang, saksi terkejut karena melihat kambingnya yang berjumlah delapan ekor mati dengan kondisi mengenaskan, yakni tercabik-cabik dan ada luka gigitan di leher, perut dan kaki bagian belakang," ujarnya.
Delapan ekor kambing itu, lanjut Tukiran, terdiri dari enam ekor anak kambing berumur sekira empat bulan dan dua ekor kambing indukan. Adapun empat ekor kambing indukan lain yang berada di kandang yang sama masih hidup.
"Saat saksi berjalan di sekitar kandang, kembali menemukan seekor lagi kambingnya mati dengan kondisi mengenaskan. Jadi total kambing yang mati ada sembilan ekor," ucap Tukiran.
Hardi kemudian melapor kepada pamong Kalurahan Bohol. Selanjutnya pamong melaporkan ke Polsek Rongkop.
"Sampai di lokasi, petugas mendapati sembilan ekor kambing mati tergeletak di kandang dengan kondisi tercabik-cabik. Selain itu ada luka gigitan di bagian leher, perut dan kaki bagian belakang," kata Tukiran.
Tukiran menambahkan, jauhnya lokasi kandang dari rumah dan minimnya penerangan serta penjagaan diduga menyebabkan hewan liar leluasa memangsa kambing.
"Tadi petugas sudah koordinasi dengan Puskeswan Rongkop, pamong kalurahan dan tokoh masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang. Nah, tadi pemilik ternak disarankan membawa kambing atau sapinya yang dipelihara ke ladang agar dibawa pulang ke rumah," pungkasnya.
(dil/afn)
