Obrolan Cabul di WAG Berujung 10 Mahasiswa FT UGM Dinonaktifkan

Round-Up

Obrolan Cabul di WAG Berujung 10 Mahasiswa FT UGM Dinonaktifkan

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 30 Sep 2026 05:00 WIB
closeup of a young caucasian woman face down in bed using a smartphone
ilustrasi chat cabul. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jogja -

Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) menonaktifkan 10 mahasiswa terduga pelaku chat cabul yang melecehkan mahasiswi di WhatsApp Group (WAG). Para mahasiswa itu dinonaktifkan selama 1,5 bulan dan bisa diperpanjang jika pemeriksaan kasusnya belum selesai.

"Sebelum sanksi final ini diketuk oleh Satgas PPKS UGM, dalam waktu 1,5 bulan ke depan. Nonaktif ini bisa diperpanjang jika diperlukan, misalnya PPKS belum selesai melakukan pemeriksaan," kata Dekan FT UGM, Prof Ir Selo, kepada detikJogja lewat pesan singkat, Selasa (29/9/2026).

Mahasiswa Angkatan 2024

Selo menegaskan, para mahasiswa terduga pelaku tersebut dinonaktifkan dari seluruh kegiatan perkuliahan mulai Selasa (29/9). Ia menyatakan pihaknya telah bertemu dengan 10 mahasiswa terduga pelaku tersebut pada Senin (28/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pagi ini fakultas berencana untuk menonaktifkan sementara semua mahasiswa terduga pelaku (dokumen sedang disiapkan). Benar (dinonaktifkan mulai hari ini), dokumen penonaktifan 10 mahasiswa terduga segera kami tandatangani," ujar dia, kemarin.

"Saya sudah ketemu langsung dengan para mahasiswa terduga pelaku. Kemarin ada 10 orang, dan kami masih terus melakukan pemeriksaan mahasiswa lainnya yang kemungkinan terlibat. Semuanya angkatan 2024," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Member WAG Puluhan Orang

Dekan FT UGM, Prof Ir Selo mengungkap, grup WhatsApp tersebut berisikan terduga pelaku dan sejumlah mahasiswa lainnya.

"Dari pengakuan terduga, dan informasi yang saya dapat dari pertemuan tersebut (dengan terduga pelaku), WAG (WhatsApp Group) dibentuk untuk keperluan diskusi terkait dengan tugas-tugas kampus dan anggotanya berjumlah 40 orang, sejak beberapa bulan setelah kuliah dimulai," kata Selo kepada detikJogja, Selasa (29/9/2026).

"Tetapi itu pengakuan para terduga, saya belum memastikan kebenarannya," lanjutnya.

Selo mengatakan chat cabul mahasiswa yang melecehkan mahasiswi telah terjadi sebelum April 2026. Percakapan cabul di grup WhatsApp itu sudah berhenti sejak viralnya kasus pelecehan seksual via percakapan grup oleh mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia.

"Saya juga mendapat informasi bahwa percakapan di grup sudah berhenti di bulan April 2026, ketika kasus di FH UI viral. Screenshoot atas percakapan yang beredar luas di medsos adalah percakapan sebelum April 2026," ujarnya.

Adapun terkait terbongkarnya kasus ini ke ranah publik, Selo mengaku pihaknya berkoordinasi dengan Satgas PPKS UGM masih melakukan investigasi lebih lanjut.

Isi Chat Cabul

Diberitakan sebelumnya, media sosial dihebohkan adanya tangkapan layar chat di grup WhatsApp (WAG) mahasiswa di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik (FT) UGM yang berisi konten pelecehan seksual. Dalam unggahan di Thread, nampak chat anggota grup melecehkan bagian tubuh seorang mahasiswi.

"warga threads, sedih krn means VIRALNYA kasus PELECEHAN FH UI ga mengubah apa2...
ngejadiin PEREMPUAN sebagai OBJEKTIFIKASI SEKSUAL, kok bisa SEENTENG itu MELECEHKAN PEREMPUAN? Malah terjadi lagi di UGM dgn beda oknum ▤▤▤ tolong bantu UP!!," tulis akun Thread @hmart_lw dikutip detikJogja, Senin (28/9/2026).

Seperti yang beredar, tampak beberapa chat dari anggota grup yang membahas mengenai bagian tubuh seorang mahasiswi di kampus. Dengan gamblang chat anggota grup menyebut nama mahasiswi dan bagian tubuh yang dimaksud tersebut.

Sementara anggota lainnya turut menimpali dengan menyebut bagian tubuh tersebut. Unggahan tersebut kini sudah dihapus.

Terkait dengan kejadian itu, juru bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana, mengungkapkan pihak kampus melakukan penyelidikan dan akan menyampaikan pernyataan lebih lanjut.

"UGM melakukan langkah-langkah yang cermat dan hati-hati untuk menyelidiki kasus KGBO ini. Fakultas Teknik sudah menyampaikan pernyataan sikap. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan dengan baik agar langkah yang diambil tepat. Kami akan sampaikan perkembangan di kesempatan pertama," kata Made kepada detikJogja lewat pesan singkat, Senin (28/9).

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, Prof Dra Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, saat dimintai konfirmasi menyebut pihak kampus tengah berproses untuk menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Terima kasih menghubungi saya dan perhatiannya, kasus sedang berproses di satgas bersama dengan universitas," ujar Yayi kepada detikJogja lewat pesan singkat, Senin (28/9).

Dalam tangkapan layar yang diunggah, terlihat percakapan beberapa mahasiswa tersebut menyertakan kata sensitif yang merendahkan bagian tubuh perempuan. Unggahan tersebut kini sudah dihapus.

Pernyataan Sikap FT UGM

Sementara itu pihak FT UGM dan DTETI UGM telah menyampaikan pernyataan sikap dalam Instagram resminya. detikJogja sudah diizinkan untuk mengutipnya.

"PERNYATAAN SIKAP FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA (FT UGM) Sehubungan dengan adanya tindak Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang melibatkan mahasiswa, FT UGM menyatakan sikap sebagai berikut:
* FT UGM sangat menyesalkan dan mengecam keras terjadinya tindakan kekerasan berbasis gender secara online di lingkungan civitas akademika. Perbuatan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai moral, etika, dan integritas yang dipegang teguh oleh insan terdidik.
* FT UGM berkomitmen penuh untuk berdiri bersama korban, serta memastikan tersedianya pendampingan, perlindungan, dan rasa aman bagi korban selama proses penyelesaian berlangsung.
* FT UGM secara aktif mengawal dan mendorong penanganan perkara ini agar diselesaikan secara adil, objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan regulasi serta mekanisme tata tertib yang berlaku di UGM. Sanksi akan diberikan kepada pelaku secara adil," tulis FT UGM dikutip detikJogja, Senin (28/9).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rektor UGM Sebut 75 Persen Mahasiswanya Terima Beasiswa"
[Gambas:Video 20detik] (dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads