Girder Tol di Atas Ring Road Kronggahan Dikeluhkan Tak Berpengaman

Girder Tol di Atas Ring Road Kronggahan Dikeluhkan Tak Berpengaman

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 29 Sep 2026 16:54 WIB
Barisan girder tol layang di atas ring road Kronggahan, Trihanggo, Sleman, Selasa (29/9).
Barisan girder tol layang di atas ring road Kronggahan, Trihanggo, Sleman, Selasa (29/9). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Sleman -

Viral curhatan warga yang khawatir lantaran barisan girder tol layang di atas ring road Kronggahan, Trihanggo, Sleman, disebut tak berpengaman atau tak dipasangi diafragma. PT Adhi Karya pun menjelaskan soal kondisi tersebut.

Curhatan warga tersebut viral usai diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan tersebut berisi kekhawatiran warga akan kondisi girder yang disebut tak diberi diafragma sebagai pengaman.

Tak ayal, tol layang tersebut berada tepat di atas ring road yang notabene masih menjadi akses lalu lintas masyarakat. Kondisi girder tersebut dicemaskan akan mengancam keselamatan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dibantu untuk bisa up kan, terkait dengan keselamatan orang yang berlalu lalang dibawahnya min, apakah betul proyek jalan tol di kronggahan sedang berhenti sementara," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Selasa (29/9/2026).

"Jika memang berhenti mhn pihak pelaksana dan pengawas aware mengenai balok diafragma yang belum dipasang pada section balok girder yg berdiri bebas, krn jika terkait administratif dan anggaran, pekerjaan akan ditunda sd waktu tertentu, maka cukup besar resikonya jika tanpa pengaman balok diafragma itu. Girder ada resiko terguling jika ada gaya gempa atau gaya lateral," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Menanggapi kecemasan warga itu, Humas PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto pun memberikan penjelasan. Pertama, Agung menegaskan pembangunan tol layang Kronggahan terus berjalan.

"Nggak (pembangunan tidak berhenti), insyaallah kita selalu on schedule. Ini nanti insyaallah Oktober ini kita akan selesaikan yang ramp-on sama ramp-off. Kemudian yang dari target fungsional dari Jasa Marga di bulan Desember," jelas Agung saat ditemui di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sleman, hari ini.

Terkait belum dipasangnya diafragma yang dikhawatirkan masyarakat, kata Agung, per hari ini difragma sudah mulai dipasang.

Sebagai informasi, girder adalah balok-balok beton sebagai penghubung tiang-tiang penyangga tol layang. Dalam satu ruas antara tiang penyangga, terbaring 12 girder. Guna menjaga agar girder tak berguling, dipasanglah diafragma di sela-sela barisan girder.

"Kami sangat aware dan kami sangat mem-followup-i berita tersebut dengan segera melakukan langkah-langkah, dan mulai per hari ini kita sudah mulai action untuk pemasangan diafragmanya," tegasnya.

Meski begitu, PT Adhi Karya menepis anggapan soal tidak amannya girder yang belum terpasang diafragma. Construction Engineer PT Adhi Karya, Gibran Satria Samudra menjelaskan, diafragma pasti akan dipasang. Sembari menunggu, pada girder lebih dulu dipasang bracing untuk pengaman.

Bracing sendiri adalah sistem pengaku struktural dalam dunia konstruksi yang dipasang untuk meningkatkan kekakuan, kekuatan, dan stabilitas bangunan terhadap gaya lateral seperti angin atau gempa

"Jadi untuk awalnya setelah girder diangkat, girder itu kan beratnya kurang lebih untuk yang di area yang kemarin dibahas itu sekitar 89 ton-an. Kami masih mengikuti standard operational procedure dari Bina Marga yaitu penggunaan bracing secara sementara," paparnya.

"Bracing itu pengikat antara girder satu dan lainnya. Jadi dilas ke sememanjang dan menyilang, jadi per sekian jarak. Jadi tergantung jarak, tergantung panjang girder-nya itu berapa," sambung Gibran.

Gibran bilang, metode bracing dilakukan sebagai pengganti diafragma secara sementara. Hal itu sudah memenuhi SOP yang ada untuk penerapan gelagar girder yang sudah terpasang sebelum ke pekerjaan diafragma.

"Diafragma itu pengikat antara balok-balok girder itu tadi. Jadi girder diletakkan bersebelahan, nah untuk mencegah gaya guling atau gaya lateralnya itu tuh diikat girder satu sama lainnya itu, yang disebut diafragma," ungkap Gibran.

"Tidak secara struktural untuk menahan beban, tapi hanya menahan girder agar tidak terguling, intinya seperti itu. Tapi sebelum girder terpasang, ada peran pengganti yaitu bracing itu tadi. Sebenarnya dibilang aman, insyaallah sudah aman. Selama ini kita pekerjaannya itu," pungkasnya.



(afn/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads