Video keributan yang melibatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja viral di media sosial. Keributan itu ternyata dipicu pemotor tak terima ditegur lawan arah.
Video keributan itu salah satunya diunggah akun @merapi_uncover. Dalam narasinya bahkan disebut pemotor itu memukul petugas Dishub.
"Orang itu menghampiri petugas Dishub lalu memukul petugas. (7/9/2026)," tulis akun tersebut, dilihat detikJogja pada Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, membenarkan ada kejadian tersebut. Peristiwa disebut terjadi Senin (7/9) pukul 18.00 WIB.
Dani menyebut peristiwa itu dipicu pemotor yang tidak terima ditegur karena melawan arah di Jalan Lempuyangan. Pemotor itu bahkan disebut menabrakkan motornya ke motor milik petugas.
"Melihat ada pengendara sepeda motor yang melawan arah, petugas Dinas Perhubungan memberikan teguran supaya tidak melawan arah. Namun pengendara sepeda motor tersebut tidak terima," tuturnya.
"Selanjutnya, pengendara sepeda motor tersebut diduga menabrakkan sepeda motornya ke arah sepeda motor milik petugas Dinas Perhubungan," jelasnya.
Meski demikian, Dani menegaskan kronologi tersebut masih dalam dugaan polisi. Sebab, saat ditemui petugas di lokasi kejadian, petugas Dishub sudah tidak ada di lokasi.
"Selanjutnya petugas Dinas Perhubungan berusaha menenangkan pengendara tersebut. Kemudian pengendara sepeda motor tersebut meninggalkan lokasi kejadian," ungkapnya.
"Kami sampaikan diduga nggih, karena Polsek Danurejan saat ke lokasi kejadian tidak bertemu dengan petugas Dinas Perhubungan tersebut," jelasnya.
Dishub Anggap Sudah Selesai
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menyatakan peristiwa itu sudah berakhir damai. Ia menyebut petugas dan pemotor itu hanya cekcok.
Peristiwa disebut terjadi saat petugas Dishub sedang melakukan patroli sekaligus memberikan edukasi kepada pengguna jalan.
"Teman-teman kan patroli dari Jalan Solo, dari mana, dari mana. Ya muter-muter melihat untuk memberikan edukasi," kata Agus.
"Kebetulan malam itu ada mungkin warga itu entah karena tergesa-gesa atau karena apa, teman-teman sudah memberikan informasi untuk tidak melawan arus," jelasnya.
Cekcok bermula ketika petugas memberikan imbauan kepada seorang pemotor yang diduga melawan arus.
"Ya biasa dalam memberikan layanan, imbauan kan ada yang merasa tidak nyaman dengan apa yang dikerjakan teman-teman, sehingga terjadi agak selisih paham. Tapi sudah selesai, enggak masalah," sambungnya.
