SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul menyebut puluhan murid serta satu guru tidak masuk sekolah hari ini usai kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak sekolah menyatakan akan membuat pernyataan untuk menolak MBG buntut kasus tersebut.
"Nah, hari ini yang tidak berangkat ada 32 murid dan 1 guru," kata Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi saat dihubungi detikJogja, Selasa (8/9/2026).
Diketahui ada 50 murid dan 3 guru yang diduga menjadi korban keracunan MBG. Di antara 32 murid yang tidak masuk 2 di antaranya masih dirawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2 masih dirawat. Untuk 1 guru menjalani perawatan di rumah," sambungnya.
Kedua murid itu masing-masing menjalani perawatan di Puskesmas Jetis I dan Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul.
Di sisi lain, Parjiyatmi mengungkapkan bahwa untuk sementara waktu SDN 1 Sumberagung tidak akan menerima MBG. Semua itu untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Saya sudah buat surat pernyataan menolak MBG dan sudah ditandatangani wali murid serta komite. Jadi kami tidak menerima dulu MBG karena masih trauma juga kan," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan murid SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Tidak hanya itu, tiga orang guru juga mengalami keracunan tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji membenarkan kejadian tersebut. Hermawan mengatakan, bahwa kejadian itu bermula saat murid dan guru menyantap menu MBG pada hari Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
"Menu MBG yang dimakan saat itu terdiri dari potato wedges, buah semangka, sayur buncis wortel, tempe garit, bistik dan galantin," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (8/9).
Siang harinya, lanjut Hermawan, ada murid yang mengalami diare, sakit perut, dan pusing. Namun wali murid menganggapnya hanya sekadar mengalami masuk angin.
"Hari Jumat itu sebenarnya ada guru yang mulai curiga karena kondisi tekstur galantin pada ompreng berbeda," ujarnya.
Lebih lanjut, hari Minggu (6/9/2026) ada salah satu guru yang izin tidak masuk untuk hari Senin karena mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas. Bahkan, akibat sejumlah gejala itu membuat guru tersebut mengalami sulit bangun.
"Karena diduga akibat mengonsumsi MBG, guru-guru menanyakan ke grup orang tua murid apakah ada keluhan pasca mengkonsumsi MBG hari Jumat. Hasilnya ada 50 anak dan tiga guru yang mengalami keluhan tersebut," ucapnya.
