Gigihnya Fina Anak Buruh Lampung Kejar Impian Jadi Dokter Diganjar Beasiswa UMY

Round-Up

Gigihnya Fina Anak Buruh Lampung Kejar Impian Jadi Dokter Diganjar Beasiswa UMY

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 06 Sep 2026 06:07 WIB
Penerima beasiswa kedokteran Rp 1,2 miliar di UMY, Qul Robbi Alfina Rohmah.
Penerima beasiswa kedokteran Rp 1,2 miliar di UMY, Qul Robbi Alfina Rohmah. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Qul Robbi Alfina Rohmah bercita-cita menjadi dokter. Perjuangan anak buruh perkebunan sawit di Lampung ini berbuah manis, setelah dia mendapat beasiswa program dokter dan dokter gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Fina, sapaan akrabnya, mencoba peruntungan mendaftar beasiswa UMY seusai lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Metro, Lampung, tahun 2025 lalu. Namun, rezeki belum berpihak padanya. Ia dinyatakan gugur setelah menjalani proses seleksi yang cukup panjang.

Gagal rupanya tidak mengendurkan semangat Fina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada akhir seleksi Fina dinyatakan gugur, namun saat itu Fina nggak buru-buru memutuskan kuliah, saya putuskan untuk gap year setahun," ungkap Fina ditemui usai momen penerimaan beasiswa di Sportorium UMY, Bantul, Sabtu (5/9/2026).

ADVERTISEMENT

"Fina memutuskan untuk jadi guru dan staf tata usaha di sebuah sekolah, gajinya Rp 600 per bulan," lanjutnya.

Coba Lagi Tahun Ini

Fina kemudian mencoba lagi melamar beasiswa UMY untuk kedokteran pada tahun ini. Lagi-lagi, jalan terjal harus dilaluinya. Tetapi, kali ini perjuangannya berakhir dengan kebahagiaan.

"Saya harus menempuh lebih dari 1,5 jam untuk mendapatkan koneksi internet, karena saya tinggal di perkebunan sawit yang jauh dari akses internet dan sangat tertinggal," ujarnya.

"Harus UMY, karena UMY adalah satu-satunya kampus yang sudah ada di dalam keinginan saya, dan setelah mengikuti rangkaian seleksi dan tesnya, qadarullah alhamdulillah lolos," tambah Fina.

Cerita Termotivasi Jadi Dokter

Fina menjadi satu dari lima penerima beasiswa dokter dan dokter gigi di UMY dengan nilai Rp 1,2 miliar. Ia mengungkapkan, sang ibu menjadi inspirasi awalnya menjadi dokter.

"Iya ibu saya sakit kanker payudara, (termotivasi jadi dokter) karena melihat keluarga saya banyak yang mempunyai riwayat sakit yang cukup berat, dan membutuhkan perawatan intensif dari pihak dokter," terang Fina.

"Karena menurut saya menjadi seorang dokter bukan hanya tentang profesi, tapi merupakan salah satu perpanjangan tangan yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan jiwa yang membutuhkan," sambungnya.

Terpisah, Kepala Subdirektorat Admisi UMY, Dr Imam Mahdi, menjelaskan Program beasiswa dokter ini tidak bertumpu pada indikator keluarga kurang mampu saja. Hal ini dibuktikan dengan ketat dan panjangnya proses seleksi calon penerima beasiswa.

Total lima tahapan harus dilewati calon mahasiswa. Mulai dari seleksi berkas yang langsung tersaring 20 terbaik. Kemudian tes kemampuan akademik, lanjut tes Agama Islam dan Kemuhammadiyahan, lalu tes wawancara dengan universitas dan prodi, terakhir verifikasi langsung ke rumahnya.

"Ini layak nggak sih? Tetangga lihat dia gimana, gitu. Jadi tidak hanya verifikasi 'Oh saya seperti ini', tapi dengan lingkungan dia seperti apa. Apa gunanya kita ngasih beasiswa tidak berdampak positif terhadap lingkungan?" ujar Imam kepada detikJogja.

"Jadi ini beasiswa tidak dalam konteks hanya dia intelektual, tidak, tapi bagaimana sosialnya seperti apa. Indikator utama malah sebenarnya di intelektual dia sama kepedulian sosial masyarakatnya. Kita nggak mau ngasih beasiswa akhirnya dia jadi bussinesman, ngapain? Rugi kita," imbuhnya.

Imam pun memerinci nilai dari Fina yang membuatnya lolos seleksi beasiswa ini. Ia kebetulan menjadi perwakilan UMY yang memverifikasi langsung ke tempat tinggal Fina. Imam menceritakan latar belakang keluarga Fina yang membuatnya takjub.

"Fina ini sebenarnya broken home, bapak ibunya cerai sebenarnya, tapi semangatnya luar biasa. Fina itu bahkan, ya tahun kemarin waktu gap year, ibunya nyuruh dia nikah, bapaknya nggak mau, makanya bapaknya narik dia biar bisa belajar fokus," ujar Imam.

"Yang unik adalah di saat orang ada isu mental health, broken home, OVT, anxiety, macam-macam penyakit Gen Z itu, itu nggak ada dalam diri dia. Dia tetap optimis, itu yang membuat kita yakin 'Oh ini layak' gitu," sambungnya.

Imam menyebut sejak kecil, Fina tidak dirawat orang tuanya langsung, karena dititipkan ke panti asuhan. Hal itu karena sang ibu harus bekerja di luar negeri dan ayahnya sibuk bekerja. Namun kondisi itu tidak menjatuhkan mental Fina sama sekali.

"Dia ini juga dulu di panti asuhan sejak kecil banget. Ibunya tuh merantau ke Malaysia atau Singapura saya lupa, terus ditaruh di panti asuhan Muhammadiyah. Tapi dia tetap bisa berkembang, makanya survive-nya tuh ngeri. Dan, kita kan kalau ketemu orang kayak gitu kan udah down mentalnya. Apalagi nggak kuliah 1 tahun dia tetap jadi ngajar," terangnya.

Imam menilai Fina juga memiliki optimisme dan kepercayaan diri yang luar biasa. Selain itu, Fina juga pintar karena terbukti lolos tes akademik. Fina tak berhenti belajar di tengah kesibukannya mengajar.

"Ketika saya pertama wawancara, ya kan dia masih (mengajar) di sekolah, saya lihat bahwa optimisnya tinggi nian dan PD (percaya diri), itu sulit itu, dia optimis dan PD," ungkap Imam.

"Iseng-iseng saya tanya, 'kamu kapan belajar?' Kan pasti tes kita kan berat sebenarnya, 'Ya itu Pak kalau saya ngajar sampai sore ya kan, udah saya istirahat, malam saya belajar', dia belajar malam," paparnya.

Kini Fina tinggal mewujudkan mimpinya menjadi dokter. Ia menerima beasiswa penuh program dokter senilai Rp 1,2 miliar, yang mencakup biaya kuliah full, living cost, biaya buku, biaya karya ilmiah, hingga biaya ko-asisten dalam tahap pendidikan profesi.

"Full udah gratis dari awal sampai akhir, living cost juga sudah masuk, terus kemudian beberapa poin yang lain juga kita cover semuanya," pungkas Imam.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
[Gambas:Video 20detik] (apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads