Alasan Pemilik John Wick Anjing Mati Diracun Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku

Alasan Pemilik John Wick Anjing Mati Diracun Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 13 Agu 2026 16:49 WIB
Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026).
Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Bantul -

Paschal (23), pemilik anjing jenis labrador bernama John Wick yang mati diracun, membeberkan alasannya memasang dua buah spanduk bertuliskan sumpah serapah untuk pelaku. Dua spanduk itu terpasang di pagar rumahnya di Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul.

Pantauan detikJogja, dua spanduk berbeda ukuran itu berisi tulisan menyumpahi si peracun anjing. Tulisannya berwarna merah dengan latar hitam. Selain dua spanduk, juga ada beberapa flyer yang terpasang di tembok-tombok. Flyer itu berisi gambar seorang yang mengendarai motor.

"Iblis Penebar Racun. Waspadai Hewan Peliharaan Anda!!," bunyi tulisan dalam flyer tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paschal menceritakan, ide pembuatan dan pemasangan spanduk dan flyer itu muncul usai anjing miliknya bernama John Wick mati diracun orang tak dikenal, 16 Juli 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

Anjing jenis Labrador berwarna golden itu mati setelah menyantap ayam goreng di depan pagar yang ternyata beracun. John Wick yang berusia 5,5 tahun dengan berat 25 kg itu langsung mati seketika usai menyantap ayam itu.

"(Spanduk) Idenya ibu saya, ibu saya yang pasang. Jadi kan kita punya anjing, namanya tuh John Wick. Itu kita pelihara dia itu dari tahun 2021 awal. Jenisnya tuh Labrador, ya udah jadi bagian dari keluarga toh Mas," jelas Paschal saat ditemui detikJogja di kediamannya, Kamis (13/8).

Adapun gambar di flyer tersebut, kata Paschal, berisi gambar kartun pemotor yang mirip dengan ciri-ciri pelaku, yakni mengendarai motor Scoopy krem dengan list merah di deck-nya, memakai helm, dan wajah tertutup buff hitam.

Tujuannya, agar memberi efek kejut bagi si peracun. Selain itu, diharapkan spanduk dan flyer ini bisa menjadi awareness atau peringatan bagi pemilik anjing lainnya di sekitar rumahnya. Spanduk dan flyer itu dipasang sehari setelah matinya John Wick.

"Malam itu juga saya langsung pesan (spanduk) ekspres. Kalau yang biasa mungkin baru jadi 2-3 hari. Itu yang (gambar) di flyer itu setelah kita lihat CCTV ya, jadi memang orangnya naik Scoopy, deck-nya bawah sini ni merah," papar Paschal.

"Yang penting orangnya bisa baca, sudah, siapa tau kayak kena mental. Terus ya buat pemilik anjing di sini biar waspada, jangan sampai terjadi sama keluarga yang lain. Ini untuk masa berkabung, jadi nanti setelah 40 hari kita lepas (spanduknya)," pungkasnya.



(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads