Elektabilitas 3,4%, Pengamat Sebut PPP Punya Modal Rebound Menuju 2029

Elektabilitas 3,4%, Pengamat Sebut PPP Punya Modal Rebound Menuju 2029

Inkana Izatifiqa R. Putri - detikJogja
Sabtu, 26 Sep 2026 17:48 WIB
Sesi sharing P3MUDA bertajuk Membangun Pemuda Menuju Demokrasi Pemilu 2029.
Foto: dok. PPP
Jakarta -

Pengamat politik Adi Prayitno menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih memiliki modal politik untuk melakukan rebound dan meningkatkan elektabilitas menuju Pemilu 2029.

Adi yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini mengatakan PPP memiliki modal keberadaan basis pemilih yang loyal. Ia pun merujuk pada survei yang dilakukannya pada Agustus 2026, yang menempatkan elektabilitas PPP di angka 3,4 persen.

Menurut Adi, angka tersebut dapat menjadi modal awal bagi PPP untuk melakukan penguatan politik dalam tiga tahun menuju Pemilu 2029.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PPP sudah memiliki modal sosial, modal kapital, dan strong voters 3,4 persen. Kalau ditambah dengan kerja politik yang akurat dan terukur serta caleg yang memiliki eksposur politik, saya kira elektabilitas PPP sangat mudah ditingkatkan," ujar Adi.

Hal itu disampaikannya pada sesi sharing P3MUDA bertajuk "Membangun Pemuda Menuju Demokrasi Pemilu 2029" di Garden Hall Loman Park, Sleman, Yogyakarta, Jumat (25/9) malam.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Adi menilai peluang PPP untuk meningkatkan dukungan bergantung pada kemampuan partai memperkuat mesin politik di tingkat struktur, sekaligus menghadirkan calon anggota legislatif yang kompeten dan memiliki daya tarik elektoral.

"Kalau dalam kurun waktu tiga tahun PPP melipatgandakan mesin politiknya, mencari caleg yang kompeten dan bisa meningkatkan elektabilitas partai, bukan tidak mungkin PPP melampaui 4 persen, tetapi bisa 5 atau 6 persen," ucapnya.

Selain memperkuat mesin politik, Adi mendorong PPP membangun diferensiasi politik atau novelty yang membuat partai memiliki identitas dan daya tarik tersendiri di tengah persaingan politik menuju 2029.

Ia menegaskan identitas PPP sebagai partai Islam tetap menjadi bagian penting dari karakter politik partai. Namun, identitas tersebut perlu diterjemahkan melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menjawab kebutuhan dan kegelisahan generasi muda.

"PPP harus mampu menggunakan bahasa dan model komunikasi yang dapat dipahami kalangan Gen Z," ujar Adi.

Sesi sharing P3MUDA bertajuk Sesi sharing P3MUDA bertajuk "Membangun Pemuda Menuju Demokrasi Pemilu 2029". Foto: dok. PPP

Adi mengatakan keberadaan kader-kader muda dapat menjadi bagian dari upaya PPP membangun komunikasi politik yang lebih relevan dengan kelompok pemilih muda.

Menjelang tiga tahun menuju Pemilu 2029, Adi menyebut PPP masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan modal politik yang telah dimiliki. Hal itu dapat dilakukan melalui konsolidasi organisasi, penguatan mesin partai, pencarian caleg yang kompeten, serta strategi komunikasi yang mampu menjangkau generasi baru pemilih.

"Kalau dilipatgandakan, saya rasa (modal PPP) sangat bisa diandalkan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan menyampaikan penguatan generasi muda menjadi bagian dari strategi PPP menghadapi Pemilu 2029.

Ia menyebut terdapat 141 anggota DPRD PPP dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi di seluruh Indonesia yang berusia 35 tahun ke bawah dan hadir dalam agenda P3MUDA tersebut.

Fauzan menjelaskan para kader muda PPP akan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan partai kepada generasi muda secara lebih luas.

"Hari ini kita berkumpul seluruh anggota DPRD kabupaten, kota, provinsi se-Indonesia. Kami semua berkomitmen akan menggaet anak muda lainnya, tujuan dan cita-cita kami satu, 2029 PPP harus kembali ke Senayan," pungkasnya.



(prf/Ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads