Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Bantul membuat warga harus mencari sumber air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul.
Warga menggunakan ratusan selang yang terhubung dengan Sendang Wonosari demi bisa mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga bisa beberapa kali menyedot air.
Pantauan detikJogja, Rabu (29/7/2026), sekitar pukul 14.00 WIB, tampak ratusan selang penyedot air terhubung dengan sendang. Selang dengan warna yang berbeda-beda itu berukuran cukup panjang hingga sampai ke dalam rumah warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa warga yang didominasi orang tua silih berganti memeriksa selang mereka. Apakah telah terhubung dengan Sendang Wonosari. Setelah memastikan selang terhubung, barulah mereka mulai menyedot air menggunakan selang tersebut.
Dan jika air dipastikan sudah mengalir, mereka akan meninggalkan selangnya. Kebiasaan ini membuat warga tidak perlu waktu lama untuk menyedot air. Hanya sekitar lima menit saja untuk mengalirkan air melalui selang-selang.
Meski selang-selang yang tersambung ke mata air cukup banyak, tetapi warga tidak pernah bingung dengan selang masing-masing. Warga sudah hafal dengan ciri-ciri selang yang mengalirkan air ke rumahnya.
Warga Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul menyedot air dari Sendang Wonosari dengan selang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumahnya, Rabu (29/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Beberapa warga memasangkan tanda pada selang, agar lebih mudah untuk mengeceknya. Salah satu warga Kalidadap I, Sagi, mengatakan menyedot air menggunakan selang saat musim kemarau sudah sejak lama dilakukan. Selama ini Sendang Wonosari tidak kering meski musim kemarau.
"Ini menyedot air pakai selang sudah sejak tahun 70an, dan hanya saat musim kemarau saja. Karena itu saat ini jumlah selangnya mencapai ratusan," kata Sagi saat ditemui detikJogja di Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Rabu (29/7/2026).
Sagi menuturkan keberadaan sumur di tempatnya sangat minim, dan kering saat musim kemarau. Terlebih, selama ini belum ada aliran PDAM di tempatnya.
"Di sini ada sumur bor dari pemerintah tapi mati (mesinnya), terus kalau mau buat sumur juga susah karena bawah ini (tanah) banyak bebatuan. Karena itu warga memanfaatkan Sendang Wonosari ini," ucapnya.
Dalam sehari, Sagi berkali-kali menyedot air menggunakan selang. Jika tidak, maka air tidak akan mengalir ke rumahnya.
"Saya sehari tiga kali bolak-balik untuk menyedot air pakai selang ini, tapi ya tidak apa-apa karena air di Sendang Wonosari tidak pernah kering," ujarnya.
Hal senada disampaikan warga Kalidadap I lainnya, Lestari (30). Lestari mengaku hari ini sudah dua kali menyedot air menggunakan selang di Sendang Wonosari.
"Ini sudah dua kali menyedot air ke sini (Sendang Wonosari), tapi ya kadang bisa sampai tiga kali. Yang jelas warga itu kalau menyedot air saat pagi dan siang hari, karena saat sore sampai malam airnya untuk mengairi sawah," kata Lestari.
Ketika membutuhkan air saat malam hari, Lestari mengaku tidak mengalami kendala. Mengingat air hasil sedotan siang hari hingga sore hari telah Lestari tampung di ember.
"Kalau butuh air malam hari ya tidak masalah, kan sudah menampung air di ember-ember," ujarnya.
Air dari Sendang Wonosari itu Lestari gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, salah satunya untuk mandi hingga air minum.
"Dan untuk masak juga pakai air dari Sendang Wonosari," ucapnya.
Di sisi lain, Lestari mengaku ingin aliran PDAM bisa sampai ke rumahnya. Semua itu agar dirinya tidak perlu bolak-balik ke Sendang Wonosari untuk menyedot air menggunakan selang.
"Ya kalau saya harapannya air bisa mengalir ke rumah-rumah, jadi tidak perlu menyedot air seperti ini lagi," katanya.
Sementara itu, warga Kalidadap I lainnya, Parinah (60), mengatakan sudah tiga kali menyedot air menggunakan selang di Sendang Wonosari. Mengingat hari ini keluarganya banyak membutuhkan air bersih.
"Ini sudah tiga kali menyedot air pakai selang, karena baru banyak orang di rumah. Airnya ya buat masak dan lain-lain," ucap Parinah.
Warga Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul menyedot air dari Sendang Wonosari dengan selang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumahnya, Rabu (29/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Parinah mengaku tidak pernah tidak membeli air pertangki. Menurutnya, harga air pertangki mahal sehingga memilih memanfaatkan keberadaan Sendang Wonosari.
"Beli air pertangki tidak pernah, mahal, ratusan ribu itu. Mending pakai air ini (dari Sendang Wonosari) gratis," cetus Parinah.
Menyoal cara membedakan ratusan selang dengan miliknya, Parinah menyebut itu hal yang mudah. Sebab, setiap selang memiliki tanda berupa tali sendiri-sendiri.
"Membedakannya mudah toh, kan dipasangi tali selangnya, seperti punya saya tali warna kuning. Selain itu kan setiap hari ke sini, jadi pasti ya hafal," katanya.
Terlepas dari hal tersebut, Parinah berharap ada bantuan sumur bor untuk warga Kalidadap I. Semua itu agar dirinya tidak perlu berjalan kaki lagi untuk sekadar menyedot air menggunakan selang.
"Inginnya ya ada sumur bor, jadi tidak perlu bolak-balik ke sini, apalagi saya sudah tua lama-lama kan kalah fisiknya," ujarnya.
Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
[Gambas:Video 20detik] (apl/apl)


