Cuaca Dingin Bediding 2026 Sampai Kapan? Cek Perkiraan BMKG dan Ahli!

Cuaca Dingin Bediding 2026 Sampai Kapan? Cek Perkiraan BMKG dan Ahli!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Selasa, 28 Jul 2026 09:23 WIB
Ilustrasi Bediding 2026
Ilustrasi Bediding 2026 (Foto: Gemini AI)
Jogja -

Malam hingga pagi hari di Jogja terasa dingin. Mengambil air untuk sekadar mencuci wajah menjadi 'tantangan' yang mesti dilewati sehari-hari. Penyebabnya adalah fenomena bediding.

Dilansir tulisan ilmiah Mencermati Periode Terjadinya Fenomena Embun Upas dan Bediding oleh Iis Widya Harmoko dari Stasiun Klimatologi klas 1 Semarang, bediding atau bedhidhing adalah istilah Jawa. Kata ini dipakai merujuk pada perubahan suhu yang mencolok pada musim kemarau.

Sederhananya, pada pagi hingga siang hari, suhu melonjak sehingga terasa panas menyengat. Sebaliknya, menjelang malam hingga pagi hari, suhu turun menjadi begitu dingin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, sampai kapan cuaca dingin bediding ini eksis? Akankah segera berakhir? Cari tahu penjelasan ahli lewat paparan berikut, yuk!

ADVERTISEMENT

Penyebab Bediding Musim Kemarau

Sebelum mengetahui perkiraan akhir bediding, detikers perlu tahu dahulu apa yang menyebabkannya. Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Instagramnya, @infobmkg, penyebab utama bediding adalah angin monsun Australia.

"Dalang utamanya adalah monsun Australia. Angin musim yang kering ini menyapu uap air dan mengurangi pembentukan awan di langit kita," bunyi penjelasan BMKG, dikutip pada Selasa (28/7/2026).

"Tanpa selimut awan, panas bumi terlepas bebas ke angkasa di malam hari yang membuat suhu minimum anjlok drastis khususnya menjelang pagi hari," tambah BMKG.

Selain itu, faktor lain penyebab bediding adalah udara musim kemarau yang umumnya lebih kering. Itu artinya, kandungan uap air di atmosfer berkurang sehingga panas tidak banyak tertahan.

"Ketika udara lebih kering, pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih efektif. Akibatnya, udara pada malam hingga pagi hari terasa jauh lebih dingin," jelas Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB, Dr Givo Alsepan, dikutip dari laman IPB University pada Selasa (28/7/2026).

Data dalam 10 tahun terakhir menunjukkan, penurunan suhu biasanya mulai terjadi bulan Juni. Kemudian, mencapai puncak ekstremnya pada periode Juli-Agustus. Wilayah pegunungan dan dataran tinggi adalah yang paling terdampak.

Sampai Kapan Bediding 2026?

Diperkirakan, bediding berlangsung hingga puncak musim kemarau. Bahkan, menurut Dr Givo, bisa berlanjut sampai awal September di beberapa wilayah, tergantung perkembangan kondisi atmosfer.

Dirujuk dari buku Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia rilisan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia akan menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Jumlahnya 369 Zona Musim (ZOM) yang mencakup 48,84% luas Indonesia.

Namun, ada juga daerah yang lebih dahulu menjalani puncak musim kemarau, yakni sejak Juli, sebanyak 83 ZOM. Sisanya, yakni 169 ZOM atau 25,41% dari luas daratan Indonesia, baru kedatangan puncak kemarau pada September mendatang.

Jogja bagaimana? Dikutip dari Instagram BMKG Stasiun Klimatologi Jogja, @staklim_jogja, seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi mengalami puncak kemarau pada Agustus mendatang.

Kemudian, musim kemarau berakhir pada dasarian I November untuk Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, sebagian besar Kulon Progo, dan Kota Jogja. Hanya Kulon Progo utara yang diperkirakan mendapat akhir kemarau pada dasarian II.

Kesimpulannya, bediding masih akan dirasakan kira-kira sampai bulan Agustus atau September. Selalu pantau perkembangan terbaru yang dibagikan BMKG, ya, detikers!

Tips Menghadapi Bediding 2026

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat nan bugar? BMKG mengimbau 2 hal guna menghadapi bediding:

  1. Memastikan asupan nutrisi dan minuman hangat tercukupi. Alhasil, imunitas tubuh terjaga.
  2. Memakai pelembap untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

Nah, itulah sekilas mengenai akhir bediding 2026. Semoga menjawab, ya!



(num/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads