Jogja Last Friday Ride (JLFR) atau kegiatan bersepeda yang digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan disebut bakal dibatasi saat melintas di kawasan Malioboro. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja menegaskan saat ini masih menganalisis skema pengaturan kegiatan tersebut.
Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, mengatakan Pemkot Jogja tidak melarang kegiatan bersepeda. Namun, kegiatan JLFR yang diikuti massa dalam jumlah besar perlu diatur agar tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan.
"Kan ini juga bagaimana menjaga keseimbangan, kenyamanan semua pihak, ya kita akan analisis. Kalau kemarin kan harapan, dan Pak Wali Kota juga sudah ngendika (bilang) tidak melarang. Nah ini kan yang jangan sampai nanti beda cerita. Melarang dengan mengatur kan itu beda. Ya kita akan menganalisis bagaimana agar semuanya nyaman," ujar Agus saat dihubungi detikJogja, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi termasuk nanti misalnya ke Malioboro atau tidak, ya ini kan perlu dianalisis karena pada saat pedestrian itu kan banyak juga masyarakat yang menikmati berjalan kaki di situ," lanjutnya.
Agus mengatakan Pemkot Jogja masih mengkaji pola pengaturan JLFR agar seluruh pengguna jalan tetap merasa aman dan nyaman. Menurutnya, ketika peserta bersepeda dalam jumlah besar melintas di jalan raya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama.
"Jadi aktivitas pada saat massa, pengguna jalan yang cukup banyak, bagaimana agar jalan semuanya nyaman, ini kan menjadi salah satu yang harus kita wujudkan. Tentu ini yang menjadi catatan dan Bapak (Wali Kota) juga sudah ngendiko (bilang) bagaimana ini bisa di rutenya ke mana, dan lain sebagainya, agar keselamatan itu juga penting," terangnya.
Selain itu, Agus menegaskan Pemkot Jogja mendukung berkembangnya budaya bersepeda di Kota Jogja. Menurutnya, pemerintah terbuka untuk berdiskusi dengan komunitas maupun pihak yang menginisiasi kegiatan bersepeda agar aktivitas tersebut dapat terus berkembang tanpa mengabaikan kenyamanan pengguna jalan lainnya.
"Saya sebenarnya berharap apa pun kegiatan atau gerakan moral bersepeda, kalau memang ada yang menginisiasi, ayo kita rembuk bareng. Bagaimana agar kegiatan bersepeda di Kota Jogja ini terus tumbuh dan berkembang, sehingga masyarakat semakin tertarik melakukan aktivitas keseharian dengan bersepeda," katanya.
"Tapi kembali lagi, mari kita jaga bersama Kota Jogja tercinta ini. Bagaimana agar nantinya aktivitas siapa pun, apa pun kegiatannya, tetap nyaman untuk semuanya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Jogja mulai membatasi Jogja Last Friday Ride (JLFR) atau kegiatan bersepeda tiap Jumat malam di pekan keempat, melintasi kawasan Malioboro. Para pesepeda juga diminta tak menyerbu ruang publik saat JLFR.
Langkah ini diambil Pemkot Jogja buntut ramainya pesepeda saat JLFR. Dia merasa Jogja seperti dikeroyok pesepda dari berbagai daerah.
"Nah, dalam keadaan seperti ini, memang kita mengondisikan. Dalam keadaan kita malam Minggu atau malam weekend itu, kalau kita dikeroyok sepeda tanpa aturan, tidak ada koordinasi, kan sulit sekali. Maka akhirnya kita menutup jalur-jalur tertentu pada saat itu juga, gitu," ujar Walkot Jogja Hasto kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Dia menegaskan pihaknya bukan melarang kegiatan bersepda. Hanya saja, Pemkot akan mengatur jalur-jalur tertentu saat ada kegiatan JLFR.
"Mungkin, sepeda yang dilarang itu pada saat itu, pada saat malam Jumat itu. Malam Jumat kan pengecualian bahwa di malam itu sepeda yang masuk di Kota Jogja ini eh tidak terduga, tidak terencana, tidak terprogram masuk dari segala penjuru full ke Kota Jogja sehingga sangat mengganggu lalu lintas," jelasnya.
Hasto juga berharap kegiatan ini bisa lebih terkoordinasi ke depannya. Terutama agar para pesepeda tidak memadati kawasan core zone maupun buffer zone Kota Jogja yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
"Saya berharap ya, meskipun komunitas ini kan tanpa bentuk ya, tidak ada ketuanya, tidak ada organisasinya, tapi saya yakin sebetulnya ada leader-nya yang bisa mengarahkan lah," katanya.
"Harapan saya itu, dan saya sampaikan kepada komunitas sepeda yang kalau enggak salah hari Jumat, Minggu keempat ya, Minggu terakhir, kami berharap untuk bersepedanya terkoordinasi dengan baik dan tidak menyerbu di ruang-ruang publik yang padat seperti di core zone dan buffer zone untuk di Kota Jogja," pungkasnya.
