Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke Jogja, kemarin. Usai makan siang bersama, Purbaya dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X kemudian menjajal becak kayuh listrik wisata (Bekalista) keliling alun-alun kidul (Alkid) Keraton Jogja.
Dijamu Gulai Kambing
Dalam kunjungannya ke Jogja, Kamis (16/7), salah satu agenda Purbaya yakni makan siang bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Bale Kenya, Kompleks Kepatihan, Kota Jogja.
"(Agenda) Makan siang, enak banget," kata Purbaya di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makan gulai kambing. Kambing ya, gulai, gulai kambing ya atau apa, enak banget. Terus ada ayam, ada daging steak sama masakan ini. Enak kan? Mau ikut lain kali, ikut aja," imbuhnya.
Resmikan Becak Listrik
Kemudian Purbaya yang berjalan bersama Sultan itu meninggalkan Kompleks Kepatihan menggunakan Suttle wisata kota Jogja, Si Thole, menuju Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-alun selatan Keraton Jogja.
Di sana Purbaya bersama Sultan menghadiri acara Penyerahan Ekosistem Bekalista (Becak Kayuh Iistrik wisata) dan Pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026.
Mbecak Keliling Alkid
Dalam acara itu, Purbaya dan Sultan HB X menjajal Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) yang baru saja diresmikan. Masing-masing naik satu becak berkeliling alun-alun kidul (Alkid) Keraton Jogja. Purbaya beberapa kali meladeni permintaan foto warga. Ia juga sesekali melambaikan tangan ke warga.
Bekalista adalah becak listrik hasil garapan PT LBI, PT YPTI, Koperasi MNI, dan beberapa SMK di Jogja. Sebanyak 80 bekalista yang dibiayai Kemenkeu ini secara simbolis diserahkan ke para pembecak Malioboro. Dalam seremonial ini, hanya 15 becak yang diserahkan sebagai simbolis.
"Pembangunan melibatkan 100% tenaga lokal Yogyakarta, mulai dari fabrikasi, perakitan, kelistrikan, hingga teaching factory di lingkungan yang lingkungan pendidikan kejuruan," kata Purbaya dalam sambutannya saat seremoni penyerahan Bekalista, Kamis (16/7).
"Bagi wisatawan, perjalanan dengan becak mungkin hanya berlangsung 10 sampai 20 menit. Tapi bagi seorang tukang becak, itu buat bisa berarti belanja dapur, biaya sekolah, dan cukupnya kebutuhan keluarga," lanjutnya.
Dalam acara ini juga ada peresmian ekosistem Bekalista. Seperti 12 stasiun pengisi pengisian daya, satu bengkel mobile, delapan baterai cadangan, serta bengkel induknya di SMK Negeri 3 Jogja.
"Saya titip, stasiun pengisian daya harus benar-benar menyala, mudah digunakan, dan dirawat dengan baik," pesan Purbaya.
"Kepada pemerintah daerah, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kemenkeu 1, PIP, Himbara, SMF, lembaga penyalur, SMK Negeri 3 Yogyakarta, koperasi, Jogja Kita, dan seluruh mitra-mitra, saya sampaikan terima kasih atas kerja sama ini," sambungnya.
Penjelasan Sultan HB X
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan peluncuran Bekalista ini bukan sekadar menghadirkan kendaraan baru, namun mempertemukan tiga kepentingan penting, yaitu menjaga identitas budaya, memuliakan pelaku transportasi tradisional, dan membangun mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
"Becak telah lama menjadi bagian dari wajah Yogyakarta. Becak hadir dalam perjalanan warga, pengalaman wisata, dan denyut ekonomi masyarakat Jogja. Namun, melestarikan becak tidak berarti melestarikan kelelahan para pengemudinya," ujar Sultan.
"Tradisi harus memperoleh dukungan teknologi agar tetap hidup, berdayaguna, dan memberi kehidupan yang lebih layak bagi manusia yang menjaganya," lanjut Sultan.

Komentar Terbanyak
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Daftar Negara Lolos Semi Final Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!
Hasil Piala Dunia 2026: Spanyol ke Final Usai Sikat Prancis 2-0