Warga tetap membawa bocah putus sekolah berusia 15 tahun di Kalurahan Timbulharjo Bantul ke balai rehabilitasi di Magelang, meski bocah itu menolak. Warga memutuskan tetap membawa bocah itu karena kerap ketahuan mencuri.
Diketahui, peristiwa warga membawa bocah itu ke tempat rehabilitasi anak Sentra Antasena Magelang sempat heboh karena bocah itu menolak dan memilih ngumpet di plafon pada Rabu (8/7). Warga sampai mengundang petugas untuk membujuk bocah itu turun.
Lurah Timbulharjo, Anif Arkham Haibar, menjelaskan warga ingin membawa bocah itu ke balai rehabilitasi karena ingin bocah itu berubah dari kelakuannya yang suka mencuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu anak itu sekolah di SD sampai kelas 5, karena ketahuan mencuri uang dan akhirnya keluar. Nah, di rumah ternyata anak itu sering mencuri uang milik tetangganya," ucapnya kepada detikJogja di Timbulharjo, Sewon, Bantul, Jumat (10/7).
Keputusan membawa anak itu ke panti rehabilitasi juga merupakan hasil dari diskusi panjang. Pihak RT, Dukuh dan Kalurahan disebut sudah berulang kali memberikan arahan kepada bocah itu dan memintanya agar mau bersekolah lagi. Namun bocah itu tetap menolak.
"Karena sering mencuri, kami konsultasi ke Dinsos dan akhirnya ada solusi kalau dibawa ke lapas anak di Wonosari atau dibina di Sentra Antasena Magelang. Nah, setelah koordinasi dengan orang tuanya, akhirnya sepakat agar anaknya dibawa ke Magelang," ujarnya.
"Anaknya suka memelihara burung, buat kandang, ternyata uangnya dari hasil mencuri. Karena berulang kali akhirnya warga lapor ke Pak RT, Dukuh dan sampai ke Kalurahan," katanya.
Dia mengatakan anak itu sempat setuju saat ingin didaftarkan ke Sentra Antasena Magelang. Namun, dia justru menolak saat hendak dijemput.
"Waktu itu anaknya oke, tapi saat hari Rabu itu kok tiba-tiba tidak mau, dan malah sembunyi di atas plafon," ucapnya.
Dibujuk Bergantian agar Turun
Dia mengatakan perangkat desa dan petugas mendatangi rumah bocah itu saat menjemputnya ke Antasena Magelang. Saat itu, bocah tersebut sudah sembunyi di atas plafon.
"Saya ke sana jam 07.30 WIB ternyata dia sudah manjat lemari dan sembunyi di atas plafon rumah. Lalu saya membujuk anak itu, tapi tidak mau turun," ujar Anif.
Petugas kemudian naik bergantian untuk membujuk bocah itu. Bocah itu akhirnya mau turun setelah si pembujuk membahas soal hobinya.
"Akhirnya mau turun setelah dibujuk kalau di Sentra Antasena Magelang hobimu bisa tersalurkan. Tapi dia tetap tidak mau dibawa ke Magelang," ujarnya.
Arif juga sempat berusaha membujuk bocah itu dan turut membahas kekhawatirannya jika bocah tersebut kembali mencuri. Namun, bocah itu tetap tidak mau berangkat ke Magelang.
Meski begitu, akhirnya petugas tetap membawanya ke Magelang. Arif menilai hal itu demi kebaikan yang bersangkutan.
"Tapi ya tetap tidak mau juga di meski sudah dibujuk sedemikian rupa, karena itu akhirnya anak itu tetap dijemput untuk dibawa ke Sentra Antasena Magelang. Bukan apa-apa, semua demi kebaikan anak itu," katanya.
